Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). /ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah survei baru-baru ini mengklaim Prabowo Subianto sebagai menteri terbaik saat ini.
Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survey terkait tren tiga bulan kemudian kondisi politik, ekonomi, dan hukum pada masa pandemi Covid-19.
Salah satu yang menjadi pembahasan dalam survei tersebut adalah kinerja menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menempati urutan pertama dalam kategori menteri dengan kinerja terbaik. Sebanyak 12,8 persen responden memilih sang Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menempati urutan dua dengan pemilih sebanyak 11,5 persen responden. Urutan ketiga ditempati Menteri BUMN Erick Thohir dengan angka 5,8 persen.
Selanjutnya, untuk peringkat empat ditempati oleh Menteri Koordinator Politik, hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dengan angka 4,6 persen. Urutan lima ditempati Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan angka 4,2 persen.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunanto Wijaya mengatakan, kebanyakan nama menteri yang muncul adalah menteri yang memiliki tingkat pengenalan yang tinggi. Selain itu, nama-nama tersebut adalah menteri yang pos kementeriannya disorot selama pandemi Covid-19 berlangsung.
"Kebanyakan nama-nama yang muncul adalah yang memiliki tingkat pengenalan (awareness) yang tinggi atau pos kementeriannya mendapatkan sorotan media di saat situasi pandemi COVID-19," kata Yunarto dalam diskusi yang disiarkan secara virtual, Rabu (22/7/2020).
Dalam survei tersebut, muncul nama Susi Pudjiastuti. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menempati urutan sembilan dengan angka 1,7 persen.
Yunarto menjelaskan, nama-nama yang muncul dalam survei yang pihaknya lakukan berangkat dari spontanitas dari responden. Sebab, Charta Politika melakukan survei dengan metode terbuka.
"Kalau mau disimpulkan nama-nama yang muncul ini terbuka karena kami tidak sertakan nama. Jadi spontan, jadi nama Susi masih muncul dan tidak semua munculkan nama yang sebutkan nama karena tingkat awareness tinggi," sambungnya.
Survei tersebut dilakukan sejak 6 hingg 12 Juli 2020 dengan metode wawancara melalui telepon. Dalam hal ini, Charta Politika melibatkan 2 ribu responden.
Metode survei adalah simple random sampling dengan margin of error 2,19 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk kriteria responden, minimal 17 tahun atau memenuhi syarat menjadi pemilih di pemilu.
Berikut urutan Menteri dengan kinerja terbaik:
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri Koordinator Politik, hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Sosial Juliari Batubara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto
Sekretariat Kabinet Pramono Anung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.