Setelah Anji, Kini Jerinx yang Persoalkan Foto Jenazah Korban Corona di National Geographic

Jerinx dan Anji. - Instagram/suara.com
22 Juli 2020 18:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Polemik terkait foto korban Covid-19 yang diambil oleh Joshua Irwandi, fotografer yang mendapatkan grant dari National Geographic ternyata masih berlanjut.

Setelah dua hari lalu foto itu dinilai janggal oleh penyanyi Anji, kini ganti Drummer grup band Superman is Dead (SID) Jerinx yang ikut membuat gaduh.

Hal ini bermula saat foto jenazah pasien Covid itu diunggah di akun Instagram National Geographic @natgeo. Akun yang memiliki 141 juta follower ini merupakan media yang foto-foto ilmu pengetahuan tentang geografi dunia.

Baca juga: PFI Kecam Pernyataan Anji yang Menganggap Foto Jenazah Covid-19 Janggal

Dalam unggahannya, mereka menyebutkan foto itu diunggah untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya virus corona, untuk menghargai pekerjaan staf medis di Indonesia dan di seluruh dunia yang mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan hidup, dan untuk mengingat bahwa umat manusia harus tetap tabah dan bersatu dalam menghadapi hal ini, pandemi seumur hidup.

Gambar ini diterbitkan dalam cerita sampul Nat Geo Agustus tentang bagaimana pandemi masa lalu telah meninggalkan jejak mereka. Nat Geo juga menyebutkan foto ini karya Joshua Irwandi yang dibuat dengan Dana Darurat National Geographic Society COVID-19 dan Hibah Bakat @forhannafoundation.

Foto yang diunggah oleh pada Rabu (22/7/2020) pagi WIB itu mendapatkan lebih dari 890 ribu likes dan dikomentari lebih dari 9,8 ribu warganet.

Baca juga: Musisi Anji Akhirnya Minta Maaf Telah Menyebut Foto Pasien Covid-19 Janggal

Salah satu yang berkomentar adalah Jerinx. Dalam komentarnya, ia mempermasalahkan cara pengambilan foto oleh fotografer yang menurutnya diizinkan karena foto akan ditujukan untuk kalangan menengah ke atas. Adapun keluarga korban tak diijinkan sedekat itu dengan jenazah.

"Joshua L. Irwandi fotografer National Geographic dgn fanbase kalangan menengah ke atas diijinkan masuk mendokumentasikan jenazah yg katanya korban CV19 sementara keluarga korban di mana saja tak diijinkan sedekat itu dgn jenazah," tulisnya

Selain itu, caption di unggahan tersebut menurutnya cengeng dan memunculkan komentar internasionalis yang membuat Jerinx merasa jijik.

"Foto itu diunggah di IG nya dengan caption bak naskah sinetron yg cengengnya minta ampun, komen-komennya-pun "internasionalis" banget, serasa baca komen di IG seleb Hollywood; sekumpulan WNI yg gengsi memakai bahasanya sendiri, menuliskan ketakukan mereka sekaligus memuja betapa "kuat"nya foto itu.
Bicara pemetaan demografi & kelas, di sini jelas kebaca; orang yg PALING ketakutan & PALING percaya WHO adalah orang-orang kaya & "berpendidikan" (dibuktikan dgn enggannya mereka memakai bahasa ibunya). Jujur saya jijik membaca komen-komennya, hanya karena kemampuan Inggrisnya bagus mereka pikir nalarnya lebih jalan dari warga yg gak mahir. Padahal mereka sebenarnya hanya kacung agenda globalis yg kebetulan punya duit; materialis manja yg baru kali ini menemui krisis; individu angkuh yg terlalu mencintai keterikatan duniawi-nya." tambah Jerinx.

Menurut suami dari Nora Alexandra itu, foto tersebut biasa-biasa saja. Namun, karena diunggah berbarengan dengan banyak akun yang sudah terverifikasi dan memiliki followers jutaan, maka akan membuat semakin ketakutan.

"Menariknya, foto yg menurut saya BIASA-BIASA SAJA (tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban jenazah yg difoto) ini dipost berbarengan di berbagai akun centang biru berfollowers jutaan, dengan caption bak copy-paste yg hanya menguatkan asumsi jika BISNIS KETAKUTAN ini memang terorganizir rapi sejak dini," tulisnya.

Ia juga mengungkapkan saat ini sedang terjadi perang opini di masyarakat tentang Covid-19, antara kalangan warga yang punya nalar asehat dengan warga yang nalarnya dibutakan oleh status sosial.

"Kita semua tahu kini terjadi perang opini amat sengit di masyarakat. Warga yg masih punya nalar sehat memilih Percaya jika CV19 ini ada tapi datanya mengada-ada & diselipi agenda bisnis serta penjajahan yg sangat licik. Warga yg nalarnya dibutakan gelar, harta & status sosial memilih percaya apa kata media, selebriti & apapun kata WHO. Mereka punya prinsip: apapun yg diunggah oleh centang biru mustahil bohong karena centang biru pastilah orang cerdas & terpercaya. Statusnya saja diakui IG. Apalagi kalau bahasa Inggrisnya jago. Wow." tulisnya.

Terakhir, Jerinx juga memberikan pertanyaan tentang sikap terkait pandemi ini.

"Pertanyaannya sekarang, apa kita akan serahkan masa depan bangsa ini di tangan para centang biru yg hidup nyaman di tengah penjajahan? Atau kita akan melawan bersama para jelata yg paling merasakan dampak negatif plandemic terkutuk ini?".

Sebelumnya, foto tersebut juga telah menuai polemik di Tanah Air. Musisi Anji menilai ada yang janggal dari foto tersebut, yakni tiba-tiba secara berbarengan foto ini diunggah oleh banyak akun-akun ber-follower besar, dengan caption seragam. Selain itu, ia juga mempermasalahkan seorang fotografer yang diperbolehkan memotret jenazah korban Covid-19 sementara keluarga tidak boleh mendekat. Namun, permasalahan ini selesai setelah Anji meminta maaf pada Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Joshua Irwandi serta menghapus unggahannya tersebut.