4.000 Warga Ramaikan Jalan Sehat HUT RI di Ngluwar Magelang
Jalan sehat HUT RI di Ngluwar Magelang diikuti 4.000 warga dan ikut menggerakkan UMKM serta potensi ekonomi desa.
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA-- Pernyataan penyanyi Anji tentang foto karya jurnalistik jenazah pasien Covid-19 yang viral di media sosial, mendapat kecaman dari Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Ketua PFI Pusat Reno Esnir mengeluarkan pernyataan pada Minggu (19/7/2020). PFI menyatakan menyanyi dengan nama lengkap Erdian Aji Prihartanto itu telah melecehkan foto karya jurnalistik yang dibuat Joshua Irwandi, fotografer yang mendapatkan grant dari National Geographic. Ia pun mendesak Anji meminta maaf kepada Joshua dan seluruh pewarta foto.
Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di AS Nyaris Tembus 140.000
Reno mengungkapkan PFI Pusat telah menghubungi Joshua Irwandi terkait foto tersebut untuk memastikan keabsahan karya jurnalistiknya yang viral itu. Dari hasil diskusi tersebut, Joshua telah mematuhi kode etik jurnalistik, mematuhi prosedur perizinan, dan mengikuti segala macam protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pihak rumah sakit.
Terkait hal itu, Reno menegaskan kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Ia menyebut pernyataan mantan vokalis band Drive itu dibuat tanpa fakta.
"PFI mengecam serta mengutuk opini yang tidak berimbang dan terkesan dibuat-buat dari saudara Anji, yang menyebabkan keresahan di kalangan pewarta foto, fotografer, dan masyarakat umum," ujarnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Solo Berencana Buka Lagi 2 Rumah Karantina
Karenanya, PFI mendesak Anji menghapus unggahan di akun Instagram pribadinya terkait foto karya Joshua Irwandi.
"PFI mendesak Anji untuk meluruskan apa yang sebenar-benarnya terjadi, sebelum, saat, dan sesudah proses pengambilan foto jurnalistik karya Joshua Irwandi di Instagram," tambahnya.
Lebih lanjut, Reno juga meminta Anji tak membandingkan kerja jurnalistik pewarta foto dengan buzzer, influencer, youtuber, hingga vlogger dan sejenisnya.
"Karena kerja jurnalistik dilandasi oleh fakta yang ada di lapangan, memiliki kode etik yang jelas, dan dilindungi oleh undang-undang," ujarnya.
Sebelumnya, Anji mengomentari sebuah unggahan foto karya Joshua Irwandi mengenai jenazah pasien Covid-19 yang menjadi viral di media sosial. Anji menyebut ada beberapa kejanggalan dalam foto tersebut.
"Foto ini terlihat powerful ya. Jenazah korban cvd. Tapi ada beberapa kejanggalan.
1. Tiba-tiba secara berbarengan foto ini diunggah oleh banyak akun-akun ber-follower besar, dengan caption seragam.
Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata.
Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip.
Anak Agency atau influencer/buzzer pasti mengerti.
2. Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh.
Saya percaya cvd itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu.
Yang mengerikan adalah hancurnya hajat hidup masyarakat kecil.
EDIT : saya menulis cvd karena malas menulis covid," tulis Anji dalam akun instagramnya @duniamanji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan sehat HUT RI di Ngluwar Magelang diikuti 4.000 warga dan ikut menggerakkan UMKM serta potensi ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.