Advertisement

Inggris Sebut Peretas Berafiliasi dengan Rusia Coba Curi Data Vaksin Corona

Herdanang Ahmad Fauzan
Jum'at, 17 Juli 2020 - 04:57 WIB
Sunartono
Inggris Sebut Peretas Berafiliasi dengan Rusia Coba Curi Data Vaksin Corona Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Keamanan Siber Inggris (NCSC) pada Kamis (16/7/2020) mengumumkan bahwa mereka mengidentifikasi upaya peretasan data vaksin Covid-19 oleh kelompok bernama APT29, alias the Dukes, alias Cozy Bear.

Kelompok peretas ini, kata Direktur NCSC Paul Chichester, terafiliasi dengan rezim pemerintah Rusia pimpinan Vladimir Putin.

Advertisement

"Selama 2020 ini, APT29 mengincar banyak organisasi dari beragam latar belakang, termasuk pengembangan vaksin corona di Kanada, AS dan Inggris. Mereka menunjukkan kecenderungan untuk mencuri data-data perkembangan terkini soal riset dan pengetesan vaksin," tulis Chichester dalam laporan resminya, dikutip dari BBC.

BACA JUGA : Bertambah 7 Dalam Sehari, Kasus Corona di DIY Melonjak Lagi

NCSC mengatakan bahwa upaya peretasan ini tidak teridentifikasi oleh mereka saja. Sebelumnya, mereka mengklaim telah mendapat laporan serupa dari Badan Komunikasi Siber Kanada (CSE), serta tiga lembaga intelijen AS.

Ketiga lembaga yang dimaksud adalah Departement of Himeland and Security (DHS), Cyber-security Infrastructure Security Agency (CISA), serta US National Security Agent (NSA).

Cara kerja APT29 relatif beragam. Dalam beberapa kasus, mereka mengincar titik lemah sistem komputer target dan menanamkan malware bernama WellMess dan WelMail. Kedua jenis malware ini dapat mengunduh dan mengunggah atau memodifikasi berkas-berkas dari komputer yang terinfeksi.

BACA JUGA : 260 Warga DIY Berhasil Sembuh dari Virus Corona

Di kasus lain, mengacu laporan NCSC, mereka juga mengincar kode akses individu tertentu berserta password dengan cara spear-phising.

Spear phising adalah metode peretasan untuk mengidentifikasi perintah masukan yang dilakukan target. Dengan metode ini, peretas bisa memiliki keleluasaan akses kontak, email, dan data pribadi target. Hingga artikel ini rilis, pihak Rusia belum menanggapi laporan NCSC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Ini Rencana Pemda DIY Setelah TPA Piyungan Ditutup

Jogja
| Selasa, 23 April 2024, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement