Advertisement

Faktor Utama Tingginya Kasus Penularan Covid-19 adalah Abai Pakai Masker

Nindya Aldila
Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:47 WIB
Budi Cahyana
Faktor Utama Tingginya Kasus Penularan Covid-19 adalah Abai Pakai Masker Aktivitas jual beli tanpa menerapkan protokol kesehatan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar terjangkit virus corona, 35 di antaranya meninggal dunia. Kasus positif tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten atau kota. - Antara/Yulius Satria Wijaya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ketidakdisiplinan masyarakat untuk menggunakan masker menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar kasus penularan Covid-19.

Dia menuturkan, pemilihan masker yang tidak nyaman saat dipakai membuat orang tidak disiplin menggunakan masker dengan benar. Hal tersebut akhirnya membuat kasus penularan Covid-19 di Indonesia masih tetap tinggi.

Advertisement

"Kita secara signifikan melihat pada kasus dengan penularan yang tinggi ditandai dengan kesadaran menggunakan masker yang rendah," kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Agar masyarakat bisa lebih disiplin menggunakan masker, dia menyarankan agar masyarakat bisa memilih masker yang nyaman sehingga dapat digunakan tanpa merasa terganggu saluran pernapasannya.

"Gunakan masker yang nyaman untuk kita pakai. Masker kain kualitasnya cukup bagus, tapi kalau terlalu ketat akan membuat tidak nyaman," ujarnya.

Dia menuturkan banyak orang yang menggunakan masker kain, tetapi desainnya terlalu tebal sehingga tidak nyaman. Ada juga yang memakai masker yang tidak elastis sehingga terlalu menekan hidung.

Alhasil, pengguna hanya menutup mulut dan tidak menutupi hidungnya karena merasa tidak bisa bernapas. Hal itu membuat perlindungan tidak maksimal.

"Ibarat kita menggunakan payung bisa melindungi dari atas tapi tidak terlindungi dari samping," imbuhnya.

Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan beberapa ahli kesehatan mengatakan penyebaran Covid-19 melalui micro droplet bisa diibaratkan seperti semprotan obat nyamuk yang akan melayang di udara terus dalam ruangan tertutup.

Oleh karena itu, Yuri juga mengimbau masyarakat untuk memelihara ruangan dengan ventilasi yang maksimal dan pergerakan udara yang baik sehingga jika ditemukan droplet orang positif bisa segera keluar.

"Kalau tidak, provinsi yang masih tinggi angka kenaikan kasusnya tinggi akan semakin lambat kita kendalikan, menyusul provinsi lain yang sekarang relatif terkendali," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Sejumlah Kampus dan Delegasi Antar Negara Gelar Dialog Lintas Iman di Jogja

Jogja
| Sabtu, 15 Juni 2024, 05:07 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement