Profil Savia, Sinden Cilik Disabilitas yang Tampil di Istana
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Ilustrasi startup./olpreneur.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI membuka kembali program tahunan Baparekraf for Startup (BEKUP) pada tahapan normal baru.
Josua Simanjutak selaku Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf menjelaskan bahwa pada tahun kelimanya, BEKUP mengajak para startup pemula untuk bersama-sama memulihkan ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia lewat ide dan inovasi bisnis mereka.
“Empat tahun berjalan sejak 2016, BEKUP telah memfasilitasi 390 pre-startup pada 15 kota di seluruh Indonesia. BEKUP 2020 akan menyeleksi ratusan startup di kota-kota besar dan memilih startup terbaik yang dinilai dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta industri ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia saat ini,” jelasnya dalam konferensi pers virtual (7/7/2020)
Dia juga mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membuat proses digitalisasi semakin cepat. Pasalnya, dia melihat bahwa e-commerce meraih keuntungan berlipat selama masa pandemi sementara industri pariwisata cukup terpukul.
Menurutnya, terbatasnya ruang gerak selama pandemi Covid-19 membuat orang-orang beralih ke digital, termasuk para wirausaha yang kini berjualan secara daring.
"Gara-gara Covid-19, kita jadi lari menuju digitalisasi. Para pelaku kreatif sekarang kami akan dorong untuk bertransformasi digital," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam menambahkan bahwa pandemi merupakan momentum bagi para wirausaha untuk menggaet lebih banyak konsumen lewat teknologi.
"Secara keseluruhan, ekonomi digital malah naik (selama pandemi) terutama e-commerce, karena ini momentum untuk para pelaku UKM konvensional untuk bertransformasi digital," katanya
Namun, dia mengatakan bahwa berbanding terbalik dengan e-commerce, startup yang terkait dengan pariwisata terutama pada ticketing seperti Tiket.com cukup terpukul selama pandemi. Hal ini menjadi landasan untuk tahun ini, BEKUP akan menyoroti kebutuhan untuk membangkitkan lagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.
“Pada tahun kelimanya ini, BEKUP akan menyeleksi ratusan pre-startup yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata,” tuturnya.
Adapun, dihubungi secara terpisah Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Astindo) Handito Joewono berharap agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) lebih fokus dalam menyaring program Baparekraf for Startup (BEKUP) yang ke-lima
Dia menjelaskan bahwa program pengembangan startup adalah program yang baik dan tepat untuk dilakukan semua kementerian atau sektor produktif, asalkan difokuskan pada sektor ekonomi tertentu yang sangat membutuhkan.
“Khusus untuk kementerian parekraf sebaiknya berfokus pada pengembangan sektor pariwisata yang sekarang sedang sangat terpuruk. Sektor ekonomi lain termasuk ekonomi kreatif sebaiknya pengembangan startup nya dilakukan oleh kementerian yang punya kompetensi dan infrastruktur teknis,” tuturnya kepada Bisnis.
Dia juga mengatakan bahwa program pengembangan startup tidak hanya sekedar bikin event seperti yang selama ini dilakukan oleh bekraf. “Bukan itu seharusnya fokusnya, tetapi [kemenparekraf] baiknya untuk pengembangan startup khususnya di sektor pariwisata dan produk turunannya akan berdampak baik bagi perekonomian nasional,” terangnya.
Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani pun mengatakan bahwa program tersebut dapat menjadi percontohan program pemerintah lainnya.
“Tentu masih bisa dilakukan langkah terobosan lainnya namun perlu dukungan dan kerjasama dengan instansi lainnya spt Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal dan lembaga lain. Tujuannya agar para Startups yang didanain bisa didukung pendanaan berikutnya melalui instrumen finansial lainnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Lisa BLACKPINK menyiapkan EP PRESS PLAY yang berisi enam lagu. Single SaWaDiKa rilis 3 September dan EP menyusul 23 Oktober 2026.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Kabar duka: Ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Deddy ungkapkan ikhlas, "Hanya cinta yang lebih sedikit". Banjir doa dari ar
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.