Advertisement
Startup Berburu Investor dan Matangkan Bisnis Lewat Inkubasi
Pelaksanaan inkubasi bisnis melibatkan pemuda. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pemilik start up muda yg mengikuti kegiatan inkubasi bisnis kawula muda merasakan manfaat dengan mendapatkan banyak pengalaman dan saling bertukar ide. Bukan sekadar berburu investor, para pelaku usaha muda ini menjadi lebih matang dalam mempersiapkan bisnisnya.
Salah satu peserta Candra Saputra mengakui manfaat program tersebut. Melalui tahapan ia berhasil lolos ke level 3 lewat usahanya berjualan barang elektronik bekas area DIY dan Jawa Tengah. Salah satunya bagaimana memahami seorang pebisnis harus mampu memanajemen dengan baik. Bahkan ia baru menyadari bahwa pebisnis itu berbeda dengan pedagang.
Advertisement
"Usaha saya itu jual beli elektronik barang bekas, di rumah ada yang menyarankan agar saya juga belajar reparasi agar untungnya lebih banyak. Tetapi dari mengikuti inkubasi ini, saya jadi paham kalau saya harus bekerja dalam tim dan saya harus fokus ke manajemen, untuk reparasi biar dilakukan orang lain di tim saya, karena itu bedanya pebisnis dan pedagang," katanya, Senin (22/9/2025).
Peserta lainnya Yudi Mustafirin menambahkan salah satu semangatnya untuk terus mengikuti tahapan inkubasi bisnis hingga level 3 yaitu harapan untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Ia memiliki usaha minuman kelapa muda akan tetapi dikemas dalam gelas yang dijual seperti layaknya kopi keliling. Kemasan itu telah disiapkan dari rumah sehingga di lokasi penjualan ia tak perlu lagi menyiapkan penyajian. Dalam dua jam ia mampu menjual sebanyak 200 cup.
"Nah kami berharap ketika nanti ada yang tertarik untuk menjadi investor, kami akan menambah unit untuk berjualan keliling lagi. Mungkin ini pertama di DIY usaha minuman kelapa muda dikonsep seperti kopi keliling yang kekinian," ujarnya.
Pendamping Inkubasi Bisnis Kawula Muda Bio Hadikusuma mengatakan pada level 3 ini memang para peserta benar-benar diuji daya tangguhnya dalam berbisnis. Ia memberikan bekal agar para pelaku usaha muda ini lebih matang dalam mengembangk bisnisnya. Salah satu dalam menyiapkan SOP dalam memberikan layanan kepada konsumen.
"Di level ketiga ini sudah tersaring hanya tersisa 35 anak, mereka berasal dari alumni SMA/SMK 16 anak dan pelajar SM/SMK ada 19 anak. Kami berharap mereka bisa mengembangkan bisnisnya dan ke depan bisa menciptakan lapangan kerja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Dua Wisatawan Terseret Arus Rip Current di Pantai Drini
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Empat Pelajar Terseret Arus Rip Current Paris, Begini Kondisinya
- MAKI Kritik KPK Terkait Pengalihan Penahanan Yaqut Secara Diam-Diam
- Kebijakan WFH Satu Hari Dinilai Belum Berdampak pada Penghematan BBM
- Tol Kalikangkung Dipenuhi Kendaraan, Arus Masuk Terus Tinggi
- Stok 12 Komoditas Utama Pangan di Jogja Mencukupi
- Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
- Investor Kereta Gantung Prambanan Siap Paparan ke Pemda DIY
Advertisement
Advertisement






