Advertisement
AS Pamer Kekuatan di Laut China Selatan, China Siap Jawab Tantangan
Ilustrasi kapal-kapal militer terlihat saat latihan bersama Angkatan Laut AS dan Qatar di Teluk Arab, Qatar, 16 Juni 2017. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Dua kapal AS, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan melakukan latihan militer di wilayah Laut China Selatan. Sementara, kapal angkatan laut China juga sedang latihan.
Dilaporkan oleh Channel News Asia, Senin (6/7/2020), latihan militer yang dilakukan sejak Sabtu lalu.
Advertisement
"Mereka [China] melihat kami, dan kami juga melihat mereka," kata Laksamana Muda James Kirk dalam wawancara telepon dari Nimitz yang tengah melakukam latihan terbang bersama kapal Seventh Fleet, USS Ronald Reagan untuk memperingati kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2020.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kapal angkatan laut AS membawa kapal induk untuk unjuk kekuatan di wilayah tersebut, kali ini latihan militer dilakukan di tengah ketegangan AS-China, di mana AS menuduh China sebagai biang dari Covid-19.
AS juga menuding China telah memanfaatkan kondisi Covid-19 untuk menekan kekuasaan di Laut China Selatan.
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (6/7/2020), China menuduh AS memiliki maksud tersembunyi dengan mengirimkan dua kapal militer pembawa pesawat di wilayah sengketa Laut China Selatan.
Media lokal di China bahkan melaporkan Beijing sudah menyatakan siap menjawab tantangan dari Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kondisi di Laut China Selatan stabil. Namun, dia menuding tindakan AS akan membuat masalah antara Beijing dan negara di Asia Tenggara.
"AS sengaja mengirim armada militernya untuk latihan skala besar di Laut China Selatan dan untuk memamerkan 'ototnya'. Mereka memiliki motif tersembunyi," ungkapnya.
Latihan militer yang dilakukan AS dilakukan beberapa hari setelah China melakukan latihan pada 1 - 5 Juli 2020 di dekat Pulau Paracel.
Komandan pemimpin USS Ronald Reagan George Wikoff mengatakan tujuan latihan militer ini untuk menunjukkan sinyal ambigu kepada mitra dan sekutu yang berkomitmen untuk keamanan dan stabilitas regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Advertisement
Libur Lebaran, Dispar Kulonprogo Ingatkan Larangan Tarif Nuthuk
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Diskon Tarif Tol 30 Persen Sukses Pecah Kepadatan Arus Mudik Lebaran
- Daftar Tol Fungsional Lebaran 2026: Jogja-Solo hingga Japek II Selatan
- Menteri Energi AS: Perang Lawan Iran Berakhir dalam Hitungan Pekan
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Kota Jogja Senin 16 Maret 2026
- Cuaca DIY Senin 16 Maret 2026 Didominasi Hujan Ringan
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
- Arus Mudik 2026: Tol Trans Sumatera Siap Layani 7,85 Juta Kendaraan
Advertisement
Advertisement








