Fasilitas Nuklir Iran Rusak Berat, Ini Penyebabnya..

Fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz - Reuters/Presidential Official Website/Handout
06 Juli 2020 10:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kebakaran yang terjadi Kamis (3/7/2020), di fasilitas nuklir Iran telah menyebabkan kerusakan berat, menurut seorang juru bicara badan energi nuklir Iran, Behrouz Kamalvandi.

Dia mengatakan penyebab kebakaran di situs pengayaan Natanz telah diketahui, namun dia tidak bersedia memberi rincian.

Juru bicara itu menambahkan bahwa mesin yang hancur  akan digantikan oleh peralatan yang lebih canggih.

BACA JUGA : Iran Perbarui Kesepakatan Nuklir

Api melalap bengkel perakitan bahan nukir (sentrifugal), sedangkan beberapa pejabat Iran menyatakan serangan itu  kemungkinan sabotase dunia maya seperti  dikutip BBC.com, Senin (6/7/2020).

Sentrifugal sendiri diperlukan untuk menghasilkan uranium yang diperkaya dan dapat digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor sekaligus senjata nuklir.

Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan bahwa para pejabat keamanan tidak berbicara tentang apa yang menyebabkan kebakaran Natanz, karena alasan keamanan.

Insiden itu, katanya, telah menyebabkan kerusakan signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa. Kebakaran dan ledakan lainnya juga terjadi dalam sepekan terakhir di Iran.

Kamalvandi menambahkan: "Insiden ini dapat memperlambat pengembangan dan produksi sentrifugal canggih dalam jangka menengah ... Iran akan mengganti bangunan yang rusak dengan yang lebih besar yang memiliki peralatan lebih maju."

Kebakaran terjadi di salah satu gudang industri yang sedang dibangun.

BACA JUGA : Jejak Kebencian Iran Terhadap Donald Trump

Badan Energi Atom Internasional kemudian menerbitkan foto yang memperlihatkan sebagian bangunan terbakar, yang diidentifikasi oleh para analis yang berbasis di AS sebagai bengkel perakitan sentrifugal baru.

Para pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan mereka percaya api itu adalah hasil dari serangan dunia maya, tetapi tidak mengutip bukti.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia