Pesta Sesama Jenis di Karawang, Kang Dedi Siapkan Rehabilitasi Pelajar
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung koperasi pangan diperkuat agar bisa mendorong pertumbuhan kekuatan ekonomi baru sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan.
"Presiden ingin ke depan koperasi pangan harus diperkuat," kata Teten Masduki, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu.
Menurut Teten, perkuatan koperasi pangan menjadi bagian dari instruktur ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pihaknya berharap koperasi dapat ikut andil dalam menyejahterakan anggotanya yakni para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan prioritas di sektor pangan.
"Koperasi harus punya komitmen untuk membesarkan anggotanya yang di sektor pangan," katanya.
BACA JUGA : Koperasi Efektif Bangun Eko Wisata Malioboro
Teten menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah diingatkan oleh FAO terkait ancaman krisis pangan dunia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan dan tanah Indonesia yang subur itu, dengan menanam tanaman pangan.
"Apalagi ke depan krisis pangan. Dalam jangka pendek, sudah diingatkan oleh FAO, bahwa dunia akan hadapi krisis pangan. Harus dimanfaatkan setiap jengkal tanah kita harus dimanfaatkan tanaman pangan," tambahnya.
Dalam jangka panjang, kata Teten, Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah, serta persyaratan yang tidak berbelit-belit.
"Kita harus siapkan koperasi pangan yang kuat. sistem pembiayaan yang lebih murah, lebih ramahlah koperasi pangan dan jangan berbelit-belit," ujarnya.
Teten juga mengatakan, sektor pangan yang bisa dikembangkan oleh koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor, misalnya jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih diimpor.
"Pangan itu apa. Misalnya yang unggul. Padi dan jagung yang masih impor," tegas Teten.
Selain itu menurutnya, koperasi juga harus menyentuh sektor kelautan, dimana Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah. Teten mencontohkan garam, rumput laut dan semua jenis ikan, berpotensi dikembangkan karena nilai ekspor yang terus tumbuh.
"Garam kita masih impor. Kita perlu juga masuk ke sektor kelautan. Kita unggul disitu. Mulai rumput laut hingga jenis ikan. Saya lihat ekpor ikan masih tinggi. Kita harus perkuat disektor itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.
Apple memastikan iPhone 11 masih mendapat update iOS 27 meski usianya hampir tujuh tahun. Simak daftar iPhone yang kompatibel dan fitur unggulannya.
RSUD Saras Adyatma mengingatkan masyarakat tentang pentingnya imunisasi anak di tengah meningkatnya kasus campak di Indonesia.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Alwi Farhan lolos ke 16 besar Australian Open 2026. Anthony Sinisuka Ginting tersingkir usai kalah dari Dong Tian Yao.
Polisi mengungkap motif pembacokan petugas TPR Parangtritis di Bantul. Dua pelaku nekat menyerang korban karena menduga alat pancing mereka hilang.
Timnas Iran meminta FIFA mengizinkan pemain mengenakan ban lengan hitam saat melawan Mesir di Piala Dunia 2026 yang bertepatan dengan Hari Asyura.