Juventus vs Atalanta 2-0, Conceicao dan Bremer Bawa Kemenangan
Juventus menang 2-0 atas Atalanta pada pekan kelima Liga Italia 2026/27 lewat gol Francisco Conceicao dan Bremer.
Kalung antivirus Corona./pertanian.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Kalung antivirus Corona yang dibikin Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi olok-olok warganet. Tanda pagar atau hashtag #KalungAntiBego menjadi salah satu topik yang tren (trending topic) di Twitter, Sabtu (4/7/2020). Kementan tetap hakulyakin kalung tersebut bisa menangkal virus Corona.
Kementan menilai eucalyptus, elemen utama kalung tersebut, adalah antivirus flu burung H1N1, betacoronavirus, gamacoronavirus, dan pencegahan Covid-19.
Eucalyptus selama ini dikenal sebagai minyak kayu putih, yakni obat oral atau obat oles. Kementan menginovasikannya dalam bentuk kalung, hingga inhealer atau obat hirup.
“Ini bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas, secara laboratorium secara ilmiah kita bisa buktikan, paling tidak ini bagian dari upaya kita, minyak eucalyptus ini juga sudah turun temurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah, sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi” ujar Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry melalui keterangan pers, Sabtu (4/7/2020).
Fadjry mengatakan saat ini banyak keraguan terhadap eucalyptus ini. Namun, produk produk ini dibuat sebagai upaya Indonesia juga menemukan obat yang bisa mencegah atau antivirus Covid-19 yang juga mewabah di Indonesia.
Fadjry mengatakan pemerintah telah mamatenkan produk ini, dan menggandeng perusahaan farmasi swasta PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) untuk mengembangkan dan memproduksi produk.
“Para peneliti di Balitbangtan ini juga bagian dari anak bangsa, mereka berupaya keras menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsanya, semoga hal ini mampu menjadi penemuan baik yang berguna bagi kita semua” ucap Fadjry.
Eucalyptus dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, desinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.
Temuain ini didapatkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan. Laboratorium tempat penelitian berkapasitas biosafety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.
Kementan pun sudah melakukan penelitian sejak 30 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona dan gamma corona.
“Setelah kami uji, ternyata Eucalyptus sp. bisa membunuh 80 hingga 100 persen virus mulai dari avian influenza hingga virus Corona model yg digunakan. Setelah hasilnya kami lihat bagus, kami lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas hasil produknya lebih bagus,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Juventus menang 2-0 atas Atalanta pada pekan kelima Liga Italia 2026/27 lewat gol Francisco Conceicao dan Bremer.
Kelok 23 ramai dijajal pengendara pada hari terakhir uji coba. Evaluasi dilakukan 21 September untuk menentukan kelayakan dibuka untuk umum.
Pemerintahan Trump menyiapkan sanksi ekonomi luas terhadap ICC. Pembatasan transaksi disebut berlaku setelah masa tenggang 6-7 bulan.
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Harga BBM 21 September 2026: Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000. Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina, BP, Vivo dan Shell naik.