Ini Potret Persebaran Covid-19 di Jawa Timur

Dokumentasi - Sejumlah warga mengikuti rapid test massal yang digelar Badan Intelijen Negara di wilayah Kecamatan Lakarsantri Surabaya, Selasa (9/6). - Antara.
02 Juli 2020 10:17 WIB Miftahul Ulum News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Kasus infeksi Covid-19 di Indonesia ditemukan sejak awal empat bulan terakhir. Khusus di Jawa Timur, daerah dengan 38 kabupaten/kota, selama empat bulan terakhir kasus infeksi virus ini terus meningkat cepat.

Akumulasi kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jatim per 1 Juli 2020 sebanyak 12.302 orang. Sebanyak 6.961 orang (56,58 persen) dirawat, 4.391 orang (35,69 persen) konfirmasi sembuh, 950 orang (7,72 orang) konfirmasi meninggal.

Dari jumlah kasus konfirmasi yang dirawat, sebanyak 2.737 orang (39,32 orang) isolasi di rumah, 919 orang (13 persen) isolasi gedung, dan 3.305 orang (47,48 persen) konfirmasi isolasi RS.

BACA JUGA : 2 Penyebab Jawa Timur Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Adapun pasien dalam pengawasan 10.836 orang. Sebanyak 4.582 orang (42,28 persen) PDP dirawat, 4.990 orang (46,05 persen) PDP sehat, 1.264 orang (11,66 persen) PDP meninggal.

PDP berdasarkan perawatan dan isolasi, sebanyak 1.859 orang (40,57 persen) isolasi rumah, 4 orang PDP isolasi gedung dan 2.719 orang (59,34 persen) isolasi RS.

Data Dasar

Data dasar pasien Covid-19 yang dicatat dalam sistem pengumpulan data di Jawa Timur dimulai 20 Maret, meski secara nasional kasus infeksi corona ditemukan sejak awal Maret.

Nah, pada 20 Maret 2020, terdapat 15 orang positif Covid-19 dan 1 di antaranya meninggal. Selajutnya terdapat 53 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 542 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sebulan kemudian, tepatnya hingga 21 April 2020, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jatim 603 kasus. Terdiri dari 444 orang (73,63 persen) konfirmasi dirawat, 101 orang (16,75 persen) konfirmasi sembuh, 58 orang (9,62 persen) konfirmasi meninggal.

BACA JUGA : Terima Pasien Rujukan dari Jatim, Kasus Covid-19 di DIY 

Dari konfirmasi dirawat, 165 orang (37,16 persen) isolasi rumah, 33 (7,43 persen) isolasi gedung, dan 246 orang (55,41 persen) isolasi rumah sakit.

Periode yang sama, terdapat 2.255 orang PDP. Sebanyak 1.259 orang (55,83 persen) dirawat, 824 orang (36,54 persen) PDP sehat, dan 172 orang (7,63 persen) PDP meninggal.

PDP berdasarkan perawatan dan isolasi, 454 (36,06 persen) isolasi rumah, 4 orang isolasi gedung dan 801 (63,62 persen) isolasi rumah sakit.

Bertambah Cepat

Jamak diketahui Covid-19 merupakan virus yang sangat cepat menular alias mudah menginfeksi orang lain. Setidaknya itu tercermin dari data kasus di Jatim periode 20 April 2020 sampai 21 Mei 2020.

Data Pemprov Jatim mencatat ada 2.942 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 2.271 orang (77,19 persen) dirawat, 413 orang (14,04 persen) sembuh dan 258 orang (8,77 persen) meninggal.

Dari jumlah konfirmasi dirawat, 809 orang (35,62 orang konfirmasi isolasi rumah, 182 orang (8,01 persen) isolasi gedung dan 1.280 orang (56,36 persen) isolasi rumah sakit.

Adapun PDP sebanyak 5.267 orang, dengan 2.296 orang (43,59 persen) dirawat, 2.456 orang (46,63 persen) PDP sehat dan 515 (9,78 persen) PDP meninggal.

PDP berdasarkan perawatan dan isolasi 643 PDP (28,01 persen) isolasi rumah, 15 orang isolasi gedung dan 1.638 (71,34 persen) isolasi rumah sakit.

Periode Mei sd Juni

Adapun pada periode 20 Mei 2020 sampai 21 Juni 2020, terdapat 9.509 pasien konfirmasi Covid-19 di Jatim.

Dari jumlah itu, 5.923 orang (62,29 persen) konfirmasi dirawat, 2.855 orang (30,02 persen) konfirmasi sembuh dan 731 orang (7,69 persen) konfirmasi meninggal.

Dari jumlah konfirmasi dirawat, 2.454 orang (41,43 persen) konfirmasi isolasi rumah, 989 orang (16,7 persen) konfirmasi isolasi gedung dan 2.480 orang (41,87 persen isolasi RS.

Periode yang sama, terdapat 9.250 orang PDP, 4.259 orang (46,04 persen) dirawat, 4.152 orang (44,89 persen) sehat dan 4.152 orang (44,89 persen) PDP sehat dan 839 (9,07 persen) PDP meninggal.

Berdasarkan perawatan, sebanyak 1.495 orang (53,1 persen) PDP isolasi rumah, 3 orang PDP isolasi gedung dan 2.761 (64,83 persen) isolasi rumah sakit.

Dari data tersebut ada sejumlah fakta, orang terkonfirmasi Covid-19 secara periodik bulanan (bukan akumulasi) terus bertambah. Ini menunjukkan penularan terus terjadi.

Jumlah pasien konfirmasi dirawat di rumah meningkat, ini bisa jadi cerminan banyak kasus infeksi tanpa gejala gangguan tubuh, atau bisa juga kapasitas rumah sakit semakin terbatas.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia