Bareskrim Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla
Bareskrim Polri merekomendasikan pencabutan izin 23 korporasi terkait karhutla berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kebakaran berulang dan luas lahan terbak
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, MEXICO CITY--Empat belas orang ditemukan tak bernyawa di Negara Bagian Zacatecas, Meksiko pada Jumat (26/6/2020) saat kekerasan di negara tersebut terus meningkat, kata pemerintah setempat.
Pejabat terkait melalui pernyataan mengatakan bahwa mereka sedang melakukan investigasi guna menentukan penyebab kematian. Belasan jasad itu ditemukan di Fresnillo, salah satu kota terbesar di negara bagian pusat pertambangan.
Menurut media, jasad-jasad itu dibungkus dengan selimut di sisi jalan.
Meski jumlah kejahatan di Meksiko menurun lantaran sebagian besar di negara tersebut tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona, jumlah pembunuhan melonjak ke tingkat tertinggi.
Pada hari yang sama, kepala Kepolisian Mexico City ditembak dan mengalami cedera dalam upaya pembunuhan dramatis, yang ia tuduhkan pada Jalisco New Generation Cartel. Dua ajudannya tewas dalam serangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri merekomendasikan pencabutan izin 23 korporasi terkait karhutla berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kebakaran berulang dan luas lahan terbak
KPK menggeledah Bea Cukai Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai.
Kapolri dan Mendes PDT memperkuat kerja sama memberantas narkoba di desa melalui Desa Bersinar serta menyiapkan program Poliran.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.
PSIM Jogja mengajukan banding atas sanksi 10 pertandingan Mauro Caballero terkait dugaan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC.