Jateng Peringkat 4 Kasus Tertinggi, Ganjar Klaim Daya Tampung RS Masih Aman  

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Kota Salatiga. Kamis (26/3 - 2020). Foto: Humas Pemprov Jateng
27 Juni 2020 17:17 WIB Alif Nazzala Rizqi News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut daya tampung rumah sakit di provinsi tersebut masih aman kendati berdasarkan data terakhir, Jateng memiliki kasus positif ke-4 secara nasional dengan 3.907 kasus.

Menurutnya, di Jateng terdapat 58 rumah sakit rujukan yang disiapkan dengan jumlah pasien positif yang dirawat sebanyak 1.723 orang. Dia menilai dari beberapa rumah sakit rujukan yang belum terisi sehingga penambahan jumlah pasien bisa diantisipasi.

"Masih cukup kok, bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, Moewardi Solo juga," ujarnya, Sabtu (27/6/2020).

Terkait kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), Ganjar juga memastikan bahwa stoknya masih aman dan terkontrol. Hanya saja, pihaknya, meminta agar rumah sakit lebih proaktif apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.

"Kami juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hari ini, yang kita butuhkan adalah dukungan masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tegasnya.

Mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui serta anak-anak juga harus menjaga diri dan dijaga agar tidak terpapar virus corona.

"Jangan sampai mereka keluar bebas dan itu dapat berbahaya bagi kesehatan mereka," terangnya.

Jumlah kasus positif virus corona di Jawa Tengah memang cukup tinggi. Hingga Sabtu (27/6) pukul 07.30 WIB, terdapat 3.574 kasus positif covid-19 di Jateng. Dari jumlah itu, terdapat 1.568 pasien yang sembuh, 1.723 pasien masih dirawat, dan 283 pasien positif meninggal.

Ganjar menganggap peningkatan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena masifnya penelusuran yang dilakukan kabupaten/kota di Jateng. Saat ini, masing-masing kabupaten/kota, lanjutnya, memang sedang getol melakukan rapid test atau swab test secara massal.

"Itu karena tracing dari kabupaten/kota yang memang terus dilakukan. Jadi saya minta kepada kabupaten/kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat," katanya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia