Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Kota Salatiga. Kamis (26/3/2020). Foto: Humas Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG—Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut daya tampung rumah sakit di provinsi tersebut masih aman kendati berdasarkan data terakhir, Jateng memiliki kasus positif ke-4 secara nasional dengan 3.907 kasus.
Menurutnya, di Jateng terdapat 58 rumah sakit rujukan yang disiapkan dengan jumlah pasien positif yang dirawat sebanyak 1.723 orang. Dia menilai dari beberapa rumah sakit rujukan yang belum terisi sehingga penambahan jumlah pasien bisa diantisipasi.
"Masih cukup kok, bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, Moewardi Solo juga," ujarnya, Sabtu (27/6/2020).
Terkait kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), Ganjar juga memastikan bahwa stoknya masih aman dan terkontrol. Hanya saja, pihaknya, meminta agar rumah sakit lebih proaktif apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.
"Kami juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hari ini, yang kita butuhkan adalah dukungan masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tegasnya.
Mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui serta anak-anak juga harus menjaga diri dan dijaga agar tidak terpapar virus corona.
"Jangan sampai mereka keluar bebas dan itu dapat berbahaya bagi kesehatan mereka," terangnya.
Jumlah kasus positif virus corona di Jawa Tengah memang cukup tinggi. Hingga Sabtu (27/6) pukul 07.30 WIB, terdapat 3.574 kasus positif covid-19 di Jateng. Dari jumlah itu, terdapat 1.568 pasien yang sembuh, 1.723 pasien masih dirawat, dan 283 pasien positif meninggal.
Ganjar menganggap peningkatan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena masifnya penelusuran yang dilakukan kabupaten/kota di Jateng. Saat ini, masing-masing kabupaten/kota, lanjutnya, memang sedang getol melakukan rapid test atau swab test secara massal.
"Itu karena tracing dari kabupaten/kota yang memang terus dilakukan. Jadi saya minta kepada kabupaten/kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 19 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Barcelona resmi mendatangkan Rodri dari Manchester City dengan kontrak hingga 2030. Transfer gelandang Spanyol itu mencapai 60 juta euro.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.