Prabowo Perkuat BNN, Pemberantasan Narkoba Diperluas
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyatakan Indonesia telah menghasilkan lima jenis ventilator yang sudah mulai masuk tahap produksi dan yang bermanfaat bagi penanganan pasien Covid-19.
"Bayangkan, riset dan inovasi yang biasanya di proposal dilakukan minimal dalam satu tahun anggaran, ini hanya dalam hitungan tiga bulan, sudah menghasilkan produk-produk inovasi yang berkualitas, luar biasa dan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, yang pada saat yang sama, bangsa lain juga sedang berlomba-lomba membuatnya," kata Menristek Bambang dalam keterangan tertulis dilansir Antara Sabtu (20/6/2020).
Lima ventilator yang dikembangkan anggota Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan, setelah lulus uji sertifikasi dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.
Setelah mendapatkan izin edar, kelima ventilator tersebut segera memasuki tahap produksi massal. Sejumlah ventilator buatan dalam negeri sudah diproduksi dan dimanfaatkan oleh rumah sakit dalam membantu menyelamatkan pasien Covid-19.
BACA JUGA : Ventilator Buatan Indonesia Diproduksi Massal
Lima jenis ventilator tersebut adalah BPPT3S-LEN, GERLIP HFNC-01, Vent-I Origin, COVENT-20 dan DHARCOV-23S. BPPT3S-LEN merupakan ventilator berbasis Ambu Bag dan Cam dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT LEN.
BPPT3S-LEN mendapatkan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020870 dan sekarang PT LEN sedang proses produksi 100 unit ventilator.
GERLIP HFNC-01 merupakan ventilator yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan PT Gerlink Utama Mandiri.
Ventilator High Flow Nasal Cannula (HFNC) bermanfaat untuk mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif dengan cara memberikan terapi oksigen beraliran tinggi. Sampai saat ini sudah diproduksi lima unit.
GERLIP HFNC-01 telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020951. Vent-I Origin merupakan model ventilator Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang dikembangkan Yayasan Pembina Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung. Vent-I mendapatkan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020696.
Hingga Jumat (19/6/2020) sebanyak 139 unit Vent-I produksi pertama telah didistribusikan kepada rumah sakit yang membutuhkan. Sementara ini total target produksi Vent-I sekitar 800-900 unit.
Covent-20 merupakan ventilator hasil kolaborasi dari para peneliti di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik.
COVENT-20 mudah dibawa dan dapat digunakan dalam keadaan darurat. COVENT-20 memiliki dua mode operasi yaitu mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV).
Mode Ventilasi CPAP dioperasikan ketika kondisi pasien masih sadar untuk membantu oksigenasi ke paru-paru pasien, sedangkan mode CMV dioperasikan ketika pasien tidak sadar atau mengalami kesulitan mengatur pernafasannya untuk mengambil alih fungsi pernafasan pasien.
Kedua mode itu dapat digunakan pada saat pasien berada di rumah maupun dalam perjalanan atau di mobil ambulans, namun tidak digunakan di ruang isolasi. COVENT-20 mendapatkan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES AKD 20403021003 .
Saat ini telah diproduksi sekitar 300 unit oleh beberapa mitra Produsen Alat Kesehatan (Alkes) diantaranya PT Enesers Mitra Berkah, PT Graha Teknomedika, dan PT PINDAD dan dikalibrasi oleh beberapa mitra Perusahaan Kalibrasi Alkes.
DHARCOV-23S adalah Ventilator Emergency CMV dan CPAP berbasis pneumatic DHARCOV 23S. Ventilator itu dikembangkan oleh BPPT bekerjasama dengan PT Dharma Precission Tools. Alat itu mendapatkan Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI AKD 20403020892.
Dharcov-23S telah memasuki fase produksi massal. Total unit dalam tahap pertama yang akan diproduksi adalah sebanyak 200 unit ventilator. Sampai Jumat (19/6), sebanyak 100 unit selesai diproduksi dan terkalibrasi, sedangkan sisanya akan selesai pada akhir pekan ketiga bulan Juni 2020.
BACA JUGA : Ventilator Buatan Jogja Siap Diproduksi Massal
Selain kelima ventilator tersebut, BPPT bekerja sama dengan PT Polijaya juga sedang mengembangkan BPPT3S-Poly yang masih dalam uji sertifikasi. Sedangkan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Toyota dan industri lokal mengembangkan tiga jenis ventilator, yakni versi fully featured ventilator ( high end), versi low cost, dan versi ambu bag conversion.
Selain itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS telah menciptakan Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator atau Robot Ventilator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Ruam, lepuh, dan benjolan pada kulit bisa menjadi tanda infeksi virus. Kenali 9 penyakit kulit akibat virus yang mudah menular dan cara pencegahannya.
CEO Aprilia sebut Marc Marquez favorit juara MotoGP 2026. Marquez kini di peringkat 3 dengan 190 poin, terus mengejar Jorge Martin dan Ai Ogura.
Shin Tae-yong dilaporkan mendapat sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Hukuman ini terkait investigasi saat melatih Ulsan H
Sebanyak 25 pekerja yang terjebak dalam ledakan terowongan proyek PLTA di Sikkim, India, ditemukan meninggal dunia setelah operasi penyelamatan selama empat har
Shakira tetap tampil bugar dan awet muda di usia 49 tahun. Simak rahasia gaya hidup sehatnya mulai dari diet, olahraga rutin, perawatan kulit hingga kebiasaan p