Fakta-Fakta Obat Virus Corona Dexamethasone & Perbedaannya dengan Hydroxychloroquine

Dexamethasone - Antara/Reuters/Yves Herman
18 Juni 2020 09:37 WIB Nancy Junita News Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti menemukan obat Dexamethasone bermanfaat infeksi virus corona penyebab Covid-19.
Obat dexamethasone bermanfaat untuk pasien Covid-19 yang mengalami komplikasi atau dalam kondisi parah.

Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19

Berikut 10 fakta informasi obat dexamethasone dan bedanya dengan obat lain seperti hydroxychlroroquine dikutip dari timesofindia.com:

1. Obat steroid

Saat penularan virus corona terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh negara, para peneliti menemukan pengobatan yang efektif untuk virus corona baru SARS-Cov-2 dalam obat steroid yang harganya murah, dexamethasone.

Obat steroid adalah obat yang mengandung hormon steroid berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh bila diperlukan, dan meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.

2. Penelitian baru memberikan hasil yang menjanjikan

Perkembangan positif terungkap pada 17 Juni 2020, ketika penelitian di Inggris menemukan bahwa pemberian dosis rendah obat Dexamethasone dapat membantu pasien yang menderita Covid-19 parah.

3.Deksamethasone obat penyelamat jiwa

Selama ini para dokter menggunakan obat anti-virus seperti Hydroxychloroquine, Sepsivac, Avigan dan kombinasi berbagai terapi untuk menetralkan virus corona, dan meningkatkan antibodi dalam tubuh, namun tidak ada obat yang terbukti paling efektif, atau tanpa efek samping.

4. Bagaimana cara kerja Dexamethasone?

Saat ini tidak ada terapi pengobatan yang disetujui atau penyembuhan untuk melawan Covid-19. Lebih dari 110 kelompok bekerja mengembangkan vaksin Covid-19, yang belum disetujui untuk penggunaan umum.

Dexamethasone adalah obat steroid yang telah diberikan kepada banyak pasien positif Covid-19 dalam penelitian besar yang dilakukan di Inggris.
Obat tersbeut sebagian besar digunakan untuk mengobati peradangan dalam tubuh.

Peradangan juga merupakan gejala yang mengkhawatirkan dari Covid-19, yang terjadi pada kasus sedang hingga berat.

5. Mengapa dexamethasone digunakan untuk pasien Covid-19?

Dexamethasone telah digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit seperti asma, alergi, rematik. Kemudian, secara eksperimental obat itu juga digunakan untuk mengobati mual yang disebabkan oleh kemoterapi pada pasien kanker. Harga obat tersebut murah, dan tersedia banyak, sehingga unggul disbanding calon obat virus corona lain.

Sebagai bagian dari studi klinis, 2.104 pasien diberikan dexamethasone dan dibandingkan dengan 4.321 pasien yang tidak menerima obat tersebut.

6. Penelitian berbasis di Inggris menemukan obat steroid efektif mengobati Covid-19.

Obat berharga murah, yang merupakan bagian dari percobaan pemulihan pasien Covid-19 berbasis di Inggris, ditemukan menurunkan tingkat kematian hingga sepertiga pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan komplikasi pernapasan akut atau parah.

Perlu dicatat bahwa steroid tidak menunjukkan manfaat yang menjanjikan bagi mereka yang menderita gejala ringan.

"Sejak kemunculan Covid-19 enam bulan lalu, pencarian telah dilakukan untuk perawatan yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup, terutama pada pasien yang parah.

Hasil awal dari uji coba ini sangat jelas - dexamethasone mengurangi risiko kematian di antara pasien dengan komplikasi pernapasan yang parah, " kata Martin Landray, yang merupakan Profesor di Universitas Oxford.

7. Mengurangi angka kematian, menurut penelitian

Hasil uji coba acak dexamethasone telah dipublikasikan dalam pekan ini.

Para peneliti menyebutnya sebagai terobosan karena menyelamatkan jiwa pasien Covid-19.  Penggunaan dexamethasone mengurangi 1/3 kematian dalam kasus Covid-19 parah, yang membutuhkan ventilasi. Adapun dalam kasus pasien yang hanya membutuhkan dukungan oksigen, angka kematian berkurang 1/5.

Peneliti juga menambahkan bahwa obat itu harus segera digunakan di rumah sakit dan perawatan medis sebagai obat "standar" untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang telah mempengaruhi hampir 7,94 juta orang di seluruh dunia.

Amerika Serikat, Brasil, India adalah beberapa negara yang paling parah terkena dampak Covid-19 saat ini. Salah satu peneliti yang terlibat dalam uji coba obat secara acak, Peter Horby, yang mengatakan bahwa:

"Dexamethasone adalah satu-satunya obat yang sejauh ini terbukti mengurangi angka kematian - dan itu mengurangi secara signifikan."

8. Obat berbiaya murah

Rencana terapi baru datang dari produsen utama dexamethasone, Wockhardt. Perusahaan farmasi ini menyebut memiliki kapasitas yang cukup untuk meningkatkan produksi dexamethasone.

Menariknya, penelitian dexamethasone untuk pasien Covid-19 level parah ini merupakan penelitian yang juga menemukan bahwa hidroxychloroquine (HCQ) mungkin bukan obat yang cocok untuk virus corona.

Penelitian itu pula yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara waktu menangguhkan penggunaan obat HCQ untuk terapi pasien Covid-19.

9. Manfaat menggunakan dexamethasone

Dexamethasone juga dianggap sebagai obat yang murah dan mudah didapat, dibandingkan dengan beberapa obat eksperimental lain yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19.

Sementara, penggunaan HCQ menyebabkan kekurangan obat untuk pasien yang menderita kondisi autoimun. Hydroxychloroquine juga memunculkan kontroversi karena dapat menyebabkan komplikasi jantung dalam beberapa kasus.

10. Apa obat selanjutnya?

Selain dexamethasone, sejumlah obat juga digunakan untuk terapi pasien Covid-19. Obat-obatan lain, seperti obat anti-virus Favipilavir harus diekspor dari Jepang, yang merupakan produsen utama obat tersebut.

Remdesivir juga merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19. Terapi plasma juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Terlepas dari ini, China dan Rusia memimpin uji klinis untuk obat pengobatan Covid-19, yang berada pada tahap lanjut studi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia