Lewat BRILink, Sri Mampu Kembangkan Usaha Sambil Layani Kebutuhan Warga
Sri Asih mengembangkan toko sembako di Kutoarjo sekaligus menjadi AgenBRILink sejak 2017 untuk melayani transfer dan tarik tunai warga.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD./ANTARA-Rivan Awal Lingga
Harianjogja.com, JOGJA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mulai angkat bicara soal tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Menurutnya, jaksa penuntut umum (JPU) memiliki alasan hukum tersendiri terkait dengan tuntutan hukum terhadap dua terdakwa penyerang Novel.
Ketika dimintai tanggapan di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (15/6/2020), Mahfud enggan berkomentar banyak mengenai tuntutan hukum terhadap dua terdakwa penyerang Novel karena persoalan itu merupakan ranah kejaksaan.
"Jadi itu biar kejaksaan dan itu ada alasan-alasan hukum yang tentu bisa mereka [JPU] pertanggungjawabkan sendiri," kata Mahfud, seperti dikutip Antara, Selasa (16/6/2020).
Selaku Menkopolhukam, dia menegaskan tidak bisa ikut campur dalam persoalan yang ditangani pengadilan. "Ya, itu urusan kejaksaan ya. Saya tidak boleh ikut urusan pengadilan. Saya ini koordinator, menteri koordinator bukan menteri eksekutor," kata Mahfud.
Dalam kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa penyerang, yakni Rahmat Kadir Mahulettu dan Ronny Bugis, dengan hukuman satu tahun penjara.
Dalam persidangan yang digelar Kamis (11/6), dua orang anggota Polri aktif dari Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok yaitu Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk dihukum penjara selama 1 tahun penjara.
Menurut JPU, para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel. Keduanya disebut hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman air keras ke badan Novel Baswedan tapi di luar dugaan ternyata mengenai mata yang menyebabkan mata kanan tidak berfungsi dan mata kiri hanya berfungsi 50 persen dan menyebabkan cacat permanen.
Karena unsur ketidaksengajaan itu, maka Ronny dan Rahmat tidak memenuhi dakwaan primer soal penganiayaan berat dari Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya dianggap memenuhi dakwaan subsider pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Pasal 353 ayat (1) berbunyi "Penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun" sedangkan pasal 355 KUHP ayat (1) menyebutkan "Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana lebih dahulu diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sri Asih mengembangkan toko sembako di Kutoarjo sekaligus menjadi AgenBRILink sejak 2017 untuk melayani transfer dan tarik tunai warga.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.
Hyundai menyiapkan SUV listrik ringkas IONIQ P yang diproduksi di India. Model ini menyasar pasar EV massal dengan harga terjangkau
Kylian Mbappe kehilangan sejumlah sponsor di China setelah video wawancaranya soal Mao Zedong viral. Dongpeng, Mengniu, dan Milkground putus kerja sama.
Kemenimipas membuka 32 formasi mutasi ASN auditor 2026. Simak jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, ketentuan, dan cara mendaftar.
LiveBench merilis daftar 15 model AI terbaik 2026. Claude dari Anthropic mendominasi tiga posisi teratas, disusul model OpenAI dan pesaing lainnya.