Advertisement
Masuk Zona Kuning, Ini Alasan Wonogiri Belum Akan Terapkan New Normal
Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Advertisement
Harianjogja.com, WONOGIRI - Pemkab Wonogiri menyatakan ada dua lasan utama yang mendasari belum akan diterapkannya new normal di Wonogiri. Meski pun Wonogiri masuk sebagai zona kuning persebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.
Atas penetapan itu, Pemkab lantas melakukan evaluasi. Setelah evaluasi dilakukan, pemkab memutuskan untuk tak memberlakukan new normal.
Advertisement
"Kami tidak akan mendeklarasikan kebijakan baru. Tetapi kami akan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa pandemi ini masih berlangsung," kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, kepada JIBI/Solopos di Pandapa Rumah Dinas Bupati Wonigiri, Senin (15/6/2020).
Ada dua alasan yang mendasari Pemkab Wonogiri tak memberlakukan new normal. Pertama adalah syarat penerapan new normal yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional belum terpenuhi di Wonogiri.
Syarat itu meliputi Reproduksi dasar (Ro) dan reprofuksi efektif (Rt). Ro berkaitan dengan estimasi rata-rata orang yang bisa terinfeksi virus dari satu orang yang dinyatakan positif. Rt berkaitan dengan rata-rata orang yang bisa terinfeksi dari satu pasien positif setelah adanya intervensi pemerintah.
Kemudian rapid test dan tes swab yang dilakukan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Wonogiri belum memenuhi kriteria. Statistik epidemiologi juga belum memenuhi kualifikasi. Sehingga sangat riskan jika harus menerapkan new normal.
Alasan kedua adalah Pemkab Wonogiri khawatir masyarakat akan salah memaknai new normal. Menurut pria yang akrab disapa Jekek itu, warga wonogiri merupakan masyarakat berbasis kultural atau kebudayaan.
Sehingga, jika ada penerapan new normal, masyarakat akan merespon seolah-olah pandemi sudah berakhir. Dikhawatirkan masyarakat akan bereuforia di ruang publik dan beraktivitas tanpa mematuhi protokol kesehatan.
"Yang kita gaungkan bukan new normal, tetapi mengajak masyarakat menuju hidup atau budaya baru. Bahwa semua pihak harus menerapkan budaya sehat dalam segala aktivitas sehari-hari, kapanpun dan dimanapun," katanya.
Lebih lanjut, Jekek akan memperkuat kebijakan yang selama ini sudah berjalan setelah ditetapkannya Wonogiri sebagai zona kuning Covid-19. Masyarakat akan diberi pemahaman bahwa pandemi atau situasi darurat nasional belum berakhir. Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Polisi Dalami Kesaksian ART Terkait Kematian Lula Lahfah
- BMKG Jelaskan Gempa Dini Hari di Buton Utara Dipicu Sesar Aktif
- Indonesia Lampaui Target dan Finis Kedua ASEAN Para Games 2025
- Kapolri: Saya Menolak Polisi di Bawah Kementerian
- LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Pemilik Maktour Bantah Terima Ribuan Kuota Haji Kemenag
- Ratusan Peserta CKG Bantul Terindikasi Kemungkinan Depresi
Advertisement
Advertisement




