Modifikasi Cuaca Disiapkan untuk Antisipasi Karhutla

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok. Bisnis Indonesia
13 Juni 2020 12:47 WIB Thomas Mola News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggandeng BPPT untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melelalu teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Di Tanah Air, Karhutla mencapai puncaknya pada Agustus dan September sehingga harus diantisipasi sejak dini.

Siti Nurbaya, Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, TMC menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan.

"TMC bukan lagi hanya bagian untuk sesaat diperlukan saja, karenanya perlu ada instrumen yang melekat," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2020).

Hammam Riza, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, BPPT telah melaksanakan TMC di Provinsi Riau dengan pelaksanaan sebanyak 27 sorti (pemberangkatan)  yang menghasilkan hujan hampir setiap hari dengan volume 97,8 juta m3 sehingga titik hotspot di Riau pernah berkurang hingga nihil.

Dia menyebut, untuk Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi juga dilakukan 8 sorti dan hampir setiap hari terjadi hujan dengan titik hotspot menjadi nihil, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan tinggi muka air di lahan gambut.

"Karenanya TMC perlu diperkuat karena guna pencegahan Karhutla dan bagian dari upaya kita melaksanakan reduksi resiko bencana," ujarnya.

Hamman menjelaskan, secara Historis kemunculan hotspot secara signifikan di Pulau Sumatra terjadi mulai bulan Juni dan Kalimantan mulai bulan Juli hingga mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September.

"Pelaksanaan pelaksanaan TMC di Kalimantan sebaiknya segera dimulai untuk pembasahan lahan agar mencegah kemunculan hotspot yang secara historis naik secara signifikan pada bulan Agustus hingga puncaknya pada bulan September,"  tambahnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia