86 Persen Kasus Corona di Negara Bagian India Kategori Tanpa Gejala

Dua petugas polisi berjaga-jaga di Kota Mumbai, India, seiring dengan pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyevaran virus corona COVID-19. - Bloomberg
08 Juni 2020 10:47 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebanyak 86 persen kasus Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2 di Negara Bagian Tamil Nadu, India, tanpa gejala.

Upaya penguncian dan pembatasan yang dilakukan di daerah itu berhasil membantu mengendalikan pandemic Covid-19, kata Menteri Utama K Palaniswami, Minggu (7/6/2020), dikutip dari timesofindia.com,

Dalam sebuah pernyataan dia memerinci berbagai upaya yang diambil untuk mengatasi situasi pandemi Covid-19 sejak Februari, dan  mengatakan bahwa tingkat kematian di negara itu terendah jika dibandingkan dengan negara bagian lain di India.

Tamil Nadu ialah salah satu negara bagian di selatan India. Negara bagian ini beribu kota di Chennai.

"Sementara pandemi telah sangat mempengaruhi ekonomi negara, berbagai langkah telah digulirkan untuk mengembalikannya, dan bahkan beberapa investasi baru telah ditarik sebagai hasilnya," tambahnya.

Tamil Nadu sejauh ini melaporkan 30.152 kasus positif, termasuk 251 kematian dan lebih dari 16.000 orang telah sembuh.

"Sekitar 550.000 tes telah dilakukan di Tamil Nadu hingga 4 Juni 2020. Melalui tes ini kami mengetahui bahwa 86 persen orang yang terkena virus corona tidak memiliki gejala sama sekali,” kata Palaniswami.

Segera setelah virus corona menyebar di Cina pada bulan Januari tahun 2020, pemerintah negara bagian mulai melakukan antisipasi sejak bulan Februari, katanya.

Seperti pemeriksaan di stasiun kereta api dan bandara, penyekatan perbatasan dan menerapkan lockdown pada bulan Maret.

Untuk mengendalikan pandemi Covid-19, infrastruktur kesehatan telah diperkuat termasuk menyediakan lebih banyak dokter dan perawat, peningkatan jumlah laboratorium pengujian dan rumah sakit di sektor publik dan swasta juga dilakukan.

Bersamaan dengan itu upaya pemulihan ekonomi juga dilakukan, termasuk kebijakan untuk menarik investasi, terutama dari perusahaan yang meninggalkan negara lain.

Akibatnya, investor dari AS, Prancis dan Inggris, telah menandatangani kesepakatan kerja sama  yang akan mendatangkan 47.000 peluang kerja.

Langkah-langkah untuk UMKM seperti moratorium pembayaran utang dan pemberian pinjaman baru adalah langkah lain.

Ketahanan pangan juga dipastikan dengan pemerintah menyediakan kebutuhan pokok gratis selama tiga bulan mulai April, sementara pekerja miskin, melarat dan migran juga diberi makanan melalui dapur umum dan Kantin Amma.

"Tidak mungkin untuk mencegah penyebaran penyakit tanpa dukungan publik meskipun pemerintah dapat memberlakukan jam malam dan pembatasan lainnya," katanya.

Tindakan pencegahan pribadi seperti mengenakan masker wajah, mempraktekkan kebersihan tangan, mengikuti jarak sosial dan tinggal di dalam rumah adalah penting untuk tujuan ini, tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dilansir lawam worldometers.info, pada Senin (8/6/2020) pagi, ada 7.078.580 kasus virus corona di dunia, dari jumlah itu 404.961 orang meninggal, dan 3.453.052 orang sembuh.

India berada di posisi keenam terbanyak kasus virus corona di dunia dengan jumlah 257.506 orang. Dari jumlah itu ada 7.207 orang meninggal dan 123.848 orang sembuh.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia