14 Hari Beruntun Nihil Kasus Covid-19, Selandia Baru Sukses Kendalikan Corona

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern - Guardian
06 Juni 2020 02:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Selandia Baru bersiap menurunkan level kasus Covid-19 dari Siaga 2 ke Siaga 1 setelah dalam 14 hari beruntun  nihil kasus baru infeksi Corona.

Selandia Baru pada Jumat (5/6/2020) melaporkan tidak ada kasus baru Covid-19 selama 14 hari berturut-turut, dengan total gabungan kasus terkonfirmasi dan dugaan bertahan di angka 1.504, menurut Kementerian Kesehatan Selandia Baru.

Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap sebanyak 1.154, menurut pihak kementerian dalam sebuah pernyataan.

Total kematian akibat Covid-19 di Selandia Baru tetap di angka 22, tanpa kematian tambahan, menurut kementerian tersebut. Dan tidak ada seorang pun di Selandia Baru yang menerima perawatan tingkat rumah sakit untuk Covid-19, sambung pernyataan itu.

"Lebih lanjut, pernyataan itu menambahkan bahwa jumlah pasien yang sembuh juga masih sama yakni 1.481, dengan hanya satu kasus aktif," tulis laporan kantor berita China, Xinhua, Jumat (5/6/2020).

Laboratorium di seluruh negara itu berhasil menuntaskan 2.813 tes, sehingga total pengujian Covid-19 yang telah dilakukan hingga saat ini menjadi 288.987, menurut statistik.

Aplikasi NZ COVID Tracer saat ini telah mencatat 501.000 pendaftaran. Jumlahnya bertambah 6.000 pada Kamis (4/6).

Keputusan untuk turun ke Level Siaga 1 akan dibuat pada 8 Juni dan negara itu kemungkinan menerapkan level siaga tersebut pada 10 Juni mendatang.

Pembatasan terhadap sejumlah bisnis akan dicabut di bawah Level Siaga 1 Covid-19, ujar Perdana Menteri Jacinda Ardern pada awal pekan ini saat kehidupan warga Selandia Baru akan mulai kembali normal.

Kontrol ketat di perbatasan masih akan tetap diberlakukan, kata Ardern, seraya menambahkan pembatasan terhadap bisnis perhotelan, pertemuan, dan olahraga komunitas akan dicabut.

Ardern menekankan etiket batuk dan menambahkan berbagai risiko yang tetap ada saat Selandia Baru memasuki musim dingin dengan lebih banyak penularan tanpa gejala.

Sumber : Xinhua/Antara