Advertisement
Siswa SD-SMP Sulit Jaga Jarak, Rizal Ramli Usul Sekolah Dibuka Tahun Depan
Rizal Ramli - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menko bidang Perekonomian Rizal Ramli menilai sekolah-sekolah yang di Indonesia yakni sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), memiliki banyak siswa sehingga sulit untuk menerapkan jaga jarak (physical distancing) antarsiswa. Untuk itu, ia mengusulkan kepada pemerintah agar kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan di rumah hingga awal tahun depan.
"Corona masih belum betul-betul menurun. Banyak SD, SMP padat sekali [siswanya]. Nyaris sulit untuk jaga jarak. Presiden Jokowi & [Mendikbud] Nadiem mohon [kegiatan belajar mengajar di sekolah] sekolah SD, SMP, dan SMA diundur sampai awal tahun depan. Jepang yang penanganan Covidnya terjaga juga undurkan sekolah sampai Januari [2020]," cuit Rizal di Twitter melalui akun pribadinya @RamliRizal pada Rabu (27/5/2020).
Advertisement
Penularan virus corona di sekolah masih menjadi ancaman bagi para siswa. Salah satu contoh di Korea Selatan, setelah dilakukan pelonggaran pembatasan pergerakan manusia dan mengizinkan sekolah melakukan aktivitas belajar mengajar, terdapat kasus baru penularan wabah Covid-19 dari guru kepada muridnya.
Peristiwa itu terjadi di Soul di sekolah seni Young Rembrandst di Gangseo. Guru itu dinyatakan positif pada Minggu 24 Mei. Adapun, murid yang tertular berusia 6 tahun.
Guru tersebut sempat mengajar 35 murid dan berinteraksi dengan tiga guru lain. Akhirnya, 38 orang yang melakukan kontak dengan guru itu diminta karantina diri selama 14 hari. Wali murid di Seul sempat membuat petisi untuk meliburkan sekolah sampai akhir tahun.
Bisnis mencatat, pemerintah telah menyiapkan skenario pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Proses pemulihan akan dilakukan dalam lima tahap sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Sekolah direncanakan akan mulai beroperasi pada tahap III, yakni 15 Juni 2020 tetapi dengan sistem sif sesuai jumlah kelas.
Kendati demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan bahwa rencana tersebut masih dalam pembahasan para pakar, termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sehingga belum menjadi sebuah keputusan.
"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan," ujarnya dalam pernyataan resmi beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Malam Tahun Baru di Prambanan Tanpa Kembang Api, Langit Penuh Doa
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Antoine Semenyo Jadi Rebutan, Man City Paling Serius
- Anthony Joshua Kecelakaan di Nigeria, 2 Sahabat Dekat Dilaporkan Tewas
- Reforma Agraria Dorong Gula Semut Hargorejo Tembus Ekspor
- Dukun Peru Ramalkan 2026: Trump Sakit, Maduro Kabur
- China Rilis Subsidi Tukar Tambah Mobil 2026, Ini Aturannya
- Update Cedera Pemain PSS Sleman Usai Lawan Persipal
- Tanpa Kembang Api, Hong Kong Rayakan Tahun Baru dengan Cahaya Duka
Advertisement
Advertisement



