Laboratorium & RS Unair Terpaksa Batasi Tes dan Layanan Pasien Karena Staf Terpapar Covid-19

Surat Pemberitahuan Laboratorium ITD Unair dan RS Unair
27 Mei 2020 12:27 WIB Sutarno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Laboratorium ITD (Institute of Tropical Disease) Universitas Airlangga atau Lembaga Penyakit Tropis Unair Surabaya membatasi layanan tes swab Covid-19, karena beberapa awak laboratorium dinyatakan positif tertular Corona.

Sementara itu, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya tidak akan menerima pasien baru Covid-19 hingga 9 Juni 2020, karena keterbatasan tenaga medis setelah mereka dinyatakan positif tertular Corona.

Bisnis memperoleh surat pemberitahuan ITD Unair dan RS Unair dari akun twitter Pakar Epidemologi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKMUI) Pandu Rionoa @drpriono yang memposting twitter Ilham Akhsanu Ridlo @iaridlo, peneliti pada Pusat Kebijakan Kesehatan Unair.

"RS Universitas (saya) sudah mulai “ambyar”. Tenaga medisnya mulai tumbang, termasuk petugas lab yang jadi rujukan di Jatim. Saya gak tahu berapa lama lagi mereka akan bertahan. Siapa yang bisa bantu mereka? Kita tentu saja. Kebijakan yang mumpuni JELAS SAJA. Ah!' bunyi ciutan @iaridlo.

Melalui surat pemberitahuan tertanggal 26 Mei 2020 kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Lembaga Penyakit Tropis Unair Surabaya melalukan pembatasan layanan laboratorium dengan hanya melayani tes swab dari pasien RS Unair.

Kententuan itu berlaku selama 14 hari sejak dikeluarkan hingga 9 Juni 2020.

"Sehubungan dengan hasil serangkaian test terhadap tenaga laboratorium Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD UNAIR) yang menunjukkan hasil bahwa beberapa tenaga laboratorium positif terpapar COVID-19, melalui surat ini kami menyampaikan beberapa langkah yang diambil sebagai upaya menjamin keselamatan tenaga laboratorium dan kualitas pelayanan ITD Unair sebagai berikut," demikian surat pemberitahuan ITD Unair yang dikeluarkan Selasa 26 Mei 2020.

RS Unair tak Terima Pasien Baru

Sementara itu, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya tidak akan menerima pasien baru Covid-19 hingga 9 Juni 2020, karena keterbatasan tenaga medis setelah mereka dinyatakan positif tertular Corona.

Hal itu tertuang dalam surat pemberitahuan resmi RS Uniar Nomor 341/UN3.9.1/TU/2020 yang dikeluarkan Senin 25 Mei 2020.

Berdasarkan surat itu, penghentian penerimaan pasien baru Covid-19 berlaku mulai Selasa 26 Mei 2020 untuk 14 hari ke depan atau hingga 9 Juni 2020.

Surat pemberitahuan itu tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa tenaga medisnya terpapar Covid-19.

Surat pemberitahuan itu hanya menyebutkan bahwa alasannya adalah karena berkurangnya tenaga kesehatan yang akan menangani perawatan pasien. Atas dasar itu RS Unair mengumumkan 4 poin pembatasan layanan, yaitu:

1. Menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien baru Covid-19. Tenaga kesehatan RS UNAIR akan difokuskan merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan.

2. Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS UNAIR tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol triage ketat dan hanya melayani pasien yang mengalami kondisi mengancam jiwa.

3. Pelayanan pada Instalasi rawat jalan sementara dibuka hanya untuk pasien HD (cuci darah), TB/HIV, onkologi terpadu, operasi terjadwal, dan pengambilan obat kronis.

4. Instalasi rawat inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat.

Namun, beberapa hari lalu para tenaga medis di RS Unair menjalani tes Covid-19 dan beberapa di antara mereka dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia