Studi Baru Menyebut Ada Kemungkinan Virus Corona dari Laboratorium

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
19 Mei 2020 03:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah analisis terbaru terhadap virus corona baru Sars-Cov-2 menegaskan bahwa para ilmuwan tak boleh serta-merta mengklaim bahwa virus pemicu wabah Covid-19 itu mustahil berasal dari laboratorium.

Analisis terbaru itu diterbitkan di bioRxiv, sebuah situs berisi kumpulan studi yang sedang mengantre untuk melewati proses evaluasi oleh peneliti lain (peer-reviewed).

Studi baru itu disusun para ilmuwan dari pusat riset zoologi dan keanekaragaman hayati University of British Columbia, Kanada; Fusion Genomics Corporation, sebuah perusahaan diagnosis DNA di Kanada; Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat; dan Universitas Harvard, AS.

Situs bioRxiv dikutip Suara.com-Jaringan Harianjogja.com, sendiri menegaskan bahwa studi yang diterbitkannya "tak boleh dinilai sudah tepat, tak boleh dijadikan panduan dalam praktik dunia kesehatan, atau dilaporkan sebagai informasi yang sahih dalam media massa".

Sementara sejumlah ilmuwann yang diminta Newsweek untuk menganalisis studi baru itu mengatakan bahwa studi itu tidak lazim dan menggunakan teknik penelitian belum teruji. Mereka memperingatkan agar hati-hati untuk mengambil kesimpulan dari studi itu, sampai ada studi lanjutan yang menguatkannya.

Dalam studinya itu dikemukan bahwa, menurut para ilmuwan Sars-Cov-2 pertama kali terdeteksi pada akhir 2019. "Saat ditemukan, ia (virus corona) sudah berpradaptasi untuk menyebar dari manusia ke manusia, mirip dengan epidemi SARS-Cov."

Uniknya, lanjut mereka, hingga saat ini belum ditemukan pendahulu Sars-Cov-2, virus yang belum menyesuaikan diri untuk menyebar dari manusia ke manusia.

Komunitas sains sejauh ini yakin bahwa Sars-Cov-2 merupakan virus yang berasal dari alam, kemungkinan besar dari kelelawar, yang melompat ke manusia melalui binatang atau inang perantara.

Pada studi terbaru ini ditekankan bahwa sampai saat ini belum jelas dari mana virus pemicu Covid-19 itu berasal. Mereka menjelaskan, beradasarkan analisis genetika, belum bisa dipastikan apakah Sars-Cov-2 beradatasi di dalam binatang lain sebelum melompat ke manusia; atau beradaptasi di dalam tubuh manusia, atau bahkan di dalam laboratorium.

Tak mustahil bahwa virus ini melompat dari satu spesies ke spesies lain, semisal manusia, di dalam laboratorium. "Bahkan harus diperhitungkan juga kemungkinan bahwa pendahulu virus itu - yang tidak dibuat melalui rekayasa genetika - bisa beradaptasi dengan manusia saat sedang diteliti di laboratorium, terlepas dari kemungkinan itu berpeluang besar atau tidak terjadi," tulis para ilmuwan.

Sumber : Suara.com