Advertisement
Jokowi Minta Pelaku Usaha Go Digital di Masa Pandemi Covid-19
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan resmi melalui unggahan video di akun Sekretariat Presiden mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kamis (7/5/2020). - Biro Pers Media Istana
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melakukan perubahan ke arah digital di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Penggunaan platform digital dinilai tepat di tengah banyak wilayah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Kalau bisa pindah platform digital, jadi bisa jualan offline dan online bisa bantu tingkatkan omzet,” kata Jokowi memberikan saran kepada penjual patung I Ketut Gede Arthawa & Wayan Mary asal Bali melalui panggilan video, Kamis (14/5/2020).
Advertisement
Hal tersebut disampaikan Jokowi usai mendengar cerita Gede dalam acara peresmian gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Gede bersama orang tuanya berjualan patung di Bali sebagai sumber utama penghasilan.
Selama masa pandemi penjualnnya turun 50 persen. Pasalnya, seperti diketahui, Bali merupakan satu wilayah pariwisata yang terdampak signifikan akibat pembatasan mobilitas masyarakat, baik lokal maupun global, guna memutus penyebaran virus.
BACA JUGA
Adapun dalam acara tersebut, hadir Dea Valencia, seorang pengusaha batik tulis asal Semarang yang terbilang berhasil beradaptasi dengan masa pandemi. Strateginya adalah mengambil peluang baru dan melakukan ekspansi digital dengan berjualan melalui kanal dagang elektronik.
Dea menceritakan bahwa dia menangkap peluang mengenai kelangkaan masker. Pada awal Maret 2020, dia mulai mencoba produksi masker kain dan alhasil berhasil menjual sekitar 100.000 potong melalui kanal dagang elektronik dalam 24 jam.
“Daya beli customer masih ada tapi kebutuhan dan cara beli yang berubah, jadi pengusaha harus adaptasi, berinvoasi dengan dunia digital dan bersahabat dengan new normal,” katanya.
Adapun di luar itu semua, Presiden pun mengajak masyarakat untuk saling membantu. Bukan hanya melalui kegiatan sosial, seperti menyalurkan sembako, tetapi juga dengan membeli produk-produk para pengusaha dalam negeri.
“Saling mendukung, saling membantu, saling menjaga sesama, jangan sampai terpapar [Covid-19], dan kita saling bantu agar ekonomi tidak terkapar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kasus Campak Naik, Nakes di Daerah Rawan Diprioritaskan Vaksin
- PBB Pastikan Gugurnya TNI di Lebanon Akibat Serangan Tank Israel
- Pernyataan Trump Terkait Gencatan Senjata dengan Iran
- Harga Minyak Dunia Anjlok Seusai Keputusan Gencatan Senjata AS-Iran
- Harga Avtur Naik, Prabowo Pastikan Biaya Haji Tak Bertambah
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Menkeu Tegaskan Kebijakan BBM Subsidi Atas Arahan Presiden
- Hasil Real Madrid vs Bayern Skor 1-2, Harry Kane Bungkam Bernabeu
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- Heboh Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Wonogiri, Polisi Selidiki
Advertisement
Advertisement






