Kemungkinan Ada Tiga Vaksin Virus Corona

Ilustrasi - Freepik
12 Mei 2020 21:47 WIB Duwi Setiya Ariyanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health) Amerika Serikat menyebut ada tiga vaksin yang akan tersedia untuk virus Corona.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/5/2020), Direktur NIH AS, Francis Collins mengungkapkan optimismenya terhadap vaksin virus corona. Menurutnya, tes harus dilakukan dan memastikan bahwa vaksin yang bisa melawan virus corona aman dan efektif.

Dia menilai vaksin tersebut kemungkinan memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, dia pun perlu memasangkan populasi tertentu yang cocok menggunakan vaksin itu.

“Harapan saya dan saya cenderung seorang optimis bahwa kami tak hanya menemukan satu melainkan tiga vaksin yang ampuh,” katanya.

Adapun, Collins yang mulai memimpin NIH pada 2009 itu menilai dana yang tersedia bisa mendukung produksi cepat hingga 300 juta sebelum Januari.

Kendati bakal diproduksi massal, dia menyebut para pekerja medis dan pasien dengan kondisi parah akan berada di daftar prioritas vaksin. Barulah setelah itu, pembagiannya bisa dilanjutkan untuk memenuhi kebutuhan global dan didistribusikan ke negara dengan dampak terparah.

Pada April, NIH telah meluncurkan program kerja sama dengan 16 perusahaan biofarmasi untuk pengembangan dan produksi.

“Pertama, dengan 10 juta kemudian mungkin 100 juta pada akhir musim gugur dan mungkin 300 juta pada Januari,” katanya.

Dia pun menyebut untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin, diperlukan dana yang banyak. Namun, dia tak menuturkan sumber pendanaannya secara terperinci.

“Berapapun yang dibutuhkan namun harus cepat dilakukan,” katanya.

Selain terkait dengan vaksin, Collins pun memberikan pendapatnya tentang potensi mutasi virus. Menurutnya, virus corona merupakan virus RNA bisa bermutasi namun pada tingkat yang bisa diproyeksikan.

“Sejauh ini, saya rasa tak ada hal yang perlu dikhawatirkan secara khusus. Masih belum jelas apakah setiap orang memiliki konsekuensi berbeda terhadap perilaku virus,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia