Ibu Kos yang Usir 3 Perawat di Solo Ternyata Bidan, Ganjar Marah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. - Suara.com/Dafi Yusuf
28 April 2020 10:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah menerima kabar perihal adanya tiga perawat di Solo yang diusir dari indekosnya dan akhirnya ditampung di RSUD Bung Karno, tempat mereka bekerja.

Ganjar pun marah setelah mengetahui pemilik indekos atau ibu kos yang mengusir ketiga perawat itu ternyata seorang bidan. Dia mengaku tak habis pikir bagaimana sesama tenaga medis bisa berbuat seperti itu.

Kasus ini memperpanjang kasus stigma negatif kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak tiga perawat RSUD Bung Karno Solo diusir dari indekos karena dianggap berpotensi menularkan Covid-19 kepada warga.

Ganjar yang mendapat laporan tersebut pun geram. Dia langsung menelpon dan menegur pemilik indekos. Anehnya, ibu kos yang usir perawat RSUD Solo itu ternyata juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan, yakni seorang bidan.

“Saya telepon pemiliknya, dia nangis-nangis minta dan minta maaf. Bahasanya dia tidak mengusir, hanya takut suaminya tertular. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal si ibu pemilik indekos adalah bidan,” ujar Ganjar, Senin (27/4/2020).

Kepada Ganjar, ibu kos itu mengusir tiga perawat RSUD Bung Karno Solo karena ketakutan suaminya tertular Covid-19. Hal itu dikarenakan tiga perawat tersebut bertugas di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

Kurang Edukasi

Ganjar mengatakan saat ini tiga perawat yang diusir dari rumah indekos itu dalam kondisi aman. Mereka sementara tinggal di rumah sakit dengan fasilitas seadanya.

"Edukasi memang harus kita tingkatkan untuk menghindari hal-hal semacam ini. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tempat khusus yang dapat digunakan para tenaga medis untuk tinggal apabila terjadi hal serupa. Namun sebenarnya, kalau edukasi kepada publik sudah baik, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini," tegasnya.

Kasus ibu kos mengusir tiga perawat RSUD Bung Karno Solo ini membuat Ganjar memikirkan tempat tinggal untuk tenaga medis. Ganjar mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk tempat tinggal para dokter dan perawat. Sejumlah hotel telah disiapkan seperti Hotel Kesambi Hijau di Semarang, dan gedung bekas Bakorwil di Solo.

Ganjar menyayangkan kejadian pengusiran tenaga medis dari tempat tinggal itu. Ia berharap, semua masyarakat mendukung para tenaga medis dengan tidak memberikan stigma negatif pada mereka termasuk keluarganya.

Mendadak

Sementara itu, salah satu perawat RSUD Bung Karno Solo yang diusir dari indekos, Siska, mengaku dihubungi pemilik indekos. Begitu pula dua temannya yang bekerja di RSUD Bung Karno Solo. Mereka diminta pindah dari indekos secepatnya.

"Saya baru bangun tidur, tiba-tiba dapat WA. Intinya disuruh pergi karena posisi rumah sakit kita jadi rujukan Covid-19. Mungkin ibu kos khawatir," katanya.

Karena diusir, tiga perawat RSUD Bung Karno Solo ini kebingungan. Karena diminta pergi mendadak, mereka bingung mencari tempat tinggal di mana.

"Akhirnya kami dijemput pihak rumah sakit dan sekarang tinggal di rumah sakit ini. Jelas kami syok dan kecewa sekaligus sakit hati, kenapa kami diperlakukan semacam ini," jelasnya.

Siska berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Sebab lanjut dia, selama bertugas mereka dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan standar protokol kesehatan.

Sumber : Solopos.com