Advertisement
Program MBG Fokus 3B, Bukan Sekadar Makan Sekolah
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, BANDARLAMPUNG—Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penerima manfaat utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah balita, ibu hamil, dan ibu menyusui atau kelompok 3B. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman bahwa MBG tidak semata-mata program makan di sekolah, melainkan strategi penguatan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan.
Dalam rapat konsolidasi Program MBG di Provinsi Lampung, Sabtu (14/2/2026), Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyebut masih ada kekeliruan persepsi di lapangan terkait sasaran prioritas program.
Advertisement
"Ini juga ada kekeliruan pemahaman seharusnya ketika dapur MBG baru dibangun oleh mitra yang utama dicari atau penerima manfaat itu balita, ibu hamil dan ibu menyusui," kata Sony.
Ia menjelaskan, sebanyak 77 negara telah menjalankan program makan di sekolah. Namun, menurutnya, Indonesia memiliki pendekatan berbeda karena tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan 3B.
BACA JUGA
"Ini yang merupakan keunggulan dari program MBG ini. Hanya di Indonesia ada program makan yang makanannya diantar ke rumah oleh kader-kader di puskesmas siapa yang mendapatkanya ibu hamil dan ibu menyusui itulah keunggulannya, di negara lain tidak ada," ujarnya.
Sony menekankan, mitra pelaksana MBG harus lebih dahulu memprioritaskan kelompok 3B sebelum melakukan pendataan di sekolah. Hal ini, kata dia, berkaitan langsung dengan fase krusial 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan kualitas generasi mendatang.
"Jadi kita bisa lihat bahkan dari dalam perut, dalam bentuk janin ini sudah diperhatikan oleh pemerintah. Jadi pola pikirnya harus disamakan dahulu bahwa yang harus diberi makanan bergizi gratis ini adalah 3B. Ini yang harus diutamakan bukan datang dulu ke sekolah mendata penerima manfaat lalu melakukan kerjasama," tegasnya.
Menurut Sony, kesalahan persepsi muncul karena awal kemunculan program ini lebih dikenal sebagai makan siang gratis di sekolah. Padahal, tujuan utama MBG adalah memperkuat kualitas gizi kelompok rentan sejak dini sebelum kemudian diperluas kepada peserta didik.
"Mari kita ubah pemahamannya dan pahami tujuannya bahwa berikan gizi terhadap kelompok rentan balita ibu hamil dan ibu menyusui baru ditambah dengan peserta didik. Mengapa demikian ini bukan sekadar memberikan makan tapi bagaimana merencanakan Indonesia ke depan, 2045 kita siapkan dari sekarang," katanya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, lanjutnya, dirancang sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang dengan memastikan kualitas gizi kelompok rentan 3B terjamin sejak masa awal kehidupan, sejalan dengan visi Indonesia 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Lineup PSS Sleman vs Deltras, Duel Krusial Putaran Ketiga Sore Ini
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jogja Cling 2026 Sasar 14 Titik Trotoar Kota Jogja
- RKPD 2027 DIY Diminta Difokuskan Tekan Angka Kemiskinan
- Dinkes Sleman Soroti Pinjol dan Bullying Picu Kasus Gangguan Jiwa
- Majestic Iftar Buffet 1O1 STYLE Malioboro Tawarkan Bukber ala Sultan
- 23.000 SPPG Dukung Program MBG, BGN Libatkan Kampus
- Jateng Kebut Perbaikan 106 Ruas Jalan Jelang Mudik
- Transisi PSEL 2028, TPST Jadi Andalan Kelola Sampah di DIY
Advertisement
Advertisement







