Advertisement
Trump Ancam Gunakan Kekuatan Besar ke Iran
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggunakan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump, Jumat (13/2/2026) di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ancaman itu muncul saat Trump ditanya alasan pengiriman kapal induk kedua ke wilayah tersebut. Ia menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapan militer jika dialog dengan Iran tidak membuahkan hasil.
Advertisement
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya. Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump kepada wartawan.
“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” tambahnya.
BACA JUGA
Pernyataan tersebut muncul setelah media lokal melaporkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah guna memperkuat kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dahulu berada di kawasan tersebut.
Meski mengeluarkan ancaman, Trump mengaku optimistis negosiasi dengan Iran dapat berjalan positif.
“Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,” ucapnya.
Pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran digelar di Muscat, Oman, pada 6 Februari dengan mediasi pemerintah Oman. Agenda utama negosiasi adalah membahas program nuklir Teheran.
Pertemuan tersebut menandai berakhirnya penangguhan sekitar delapan bulan, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025.
Di tengah proses dialog itu, Washington secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Trump juga memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan untuk menghindari konsekuensi lebih lanjut.
Isu pengayaan uranium menjadi titik krusial dalam perundingan. Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium serta memindahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi ke luar negeri, tuntutan yang ditolak tegas oleh Teheran.
Selain program nuklir, Washington juga berupaya memasukkan isu program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan dalam agenda negosiasi. Namun, Iran berulang kali menegaskan bahwa pembahasan hanya terbatas pada program nuklirnya dan menolak memperluas cakupan perundingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement







