Advertisement
BGN Cairkan Rp32,1 Triliun Dana MBG, Perputaran Uang Tembus Rp29 T
Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan telah mencairkan dana program makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp32,1 triliun kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya dalam kurun 1,5 bulan pelaksanaan. Nilai pencairan dana MBG tersebut disebut sebagai yang terbesar dan tercepat dalam sejarah kementerian dan lembaga di Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, besarnya pencairan anggaran MBG itu belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Advertisement
“Hari ini Badan Gizi sudah mencairkan Rp32,1 triliun, dan belum pernah ada sepanjang sejarah Republik ada sebuah kementerian yang sudah mencairkan Rp32,1 triliun dalam waktu 1,5 bulan,” kata Dadan.
Dadan memerinci, setiap SPPG rata-rata menerima dana hampir Rp1 miliar per bulan dari program makan bergizi gratis (MBG). Dari total tersebut, sekitar 70% digunakan untuk pembelian bahan baku, 20% dialokasikan untuk biaya operasional termasuk gaji relawan, sedangkan 10% lainnya menjadi insentif bagi pihak yang membangun dan mengelola SPPG di masing-masing lokasi.
BACA JUGA
Besarnya realisasi dana MBG tersebut ditopang oleh alokasi anggaran BGN tahun 2026 yang mencapai Rp268 triliun. Selain itu, terdapat tambahan dana cadangan sebesar Rp67 triliun sehingga total pagu anggaran BGN tahun ini mencapai sekitar Rp335 triliun.
Dari total anggaran program MBG, sebanyak 93% disalurkan langsung oleh BGN melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kepada SPPG yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Skema ini dirancang untuk memastikan dana cepat beredar di daerah.
Menurut Dadan, jumlah SPPG di setiap provinsi berbanding lurus dengan perputaran uang di daerah tersebut. Di Aceh, misalnya, telah beroperasi 608 SPPG dengan estimasi perputaran dana sekitar Rp608 miliar per bulan. Sementara di Jawa Barat terdapat 5.295 SPPG yang setara dengan perputaran dana kurang lebih Rp5,295 triliun per bulan.
Dengan mekanisme penyaluran dana MBG tersebut, BGN memperkirakan total uang yang telah beredar di masyarakat dalam 1,5 bulan terakhir mencapai sekitar Rp29 triliun dan tersebar merata di berbagai provinsi.
Mengacu pada kajian Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Dadan menyebut setiap Rp1 belanja BGN berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tujuh kali lipat. Proyeksi tersebut, menurutnya, sejalan dengan kajian World Bank yang menyatakan bahwa investasi di sektor nutrisi mampu memberikan imbal hasil hingga 23 kali lipat dalam jangka panjang.
“Ini pasti jangka pendek, kita belum menghitung bagaimana anak sehat menjadi produktif 20 tahun ke depan,” tandasnya, menegaskan bahwa dampak ekonomi program makan bergizi gratis (MBG) berpotensi terus berkembang seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







