Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat siap mengerahkan kekuatan militer besar ke Timur Tengah apabila negosiasi nuklir dengan Iran menemui jalan buntu. Pernyataan keras itu disampaikan pada Jumat (13/2), di tengah meningkatnya tensi hubungan Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.
Langkah tersebut ditandai dengan keputusan pengiriman kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah guna memperkuat armada militer Amerika Serikat yang sudah berada di wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil saat proses diplomasi masih berlangsung, namun dibayangi ancaman eskalasi.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Donald Trump kepada wartawan ketika ditanya alasan pengiriman kapal induk kedua.
Trump menambahkan kapal induk tersebut akan segera diberangkatkan. “Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul setelah media lokal melaporkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di kawasan tersebut.
Ketika ditanya mengenai peluang negosiasi, Trump menyatakan optimistis pembicaraan akan membuahkan hasil. “Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,” ucapnya.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menggelar pembicaraan tidak langsung di Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman. Pertemuan itu difokuskan pada isu program nuklir Teheran dan menjadi momentum penting setelah hubungan kedua negara kembali memanas.
Dialog tersebut sekaligus mengakhiri penangguhan selama kurang lebih delapan bulan sejak Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran–Israel pada Juni 2025.
Di tengah proses negosiasi, Washington meningkatkan secara signifikan kehadiran militernya di Timur Tengah. Trump pun kembali memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan untuk menghindari konsekuensi lebih lanjut.
Isu pengayaan uranium menjadi titik krusial dalam perundingan. Amerika Serikat mendesak Iran menghentikan pengayaan uranium serta memindahkan uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri. Namun, tuntutan tersebut ditolak tegas oleh Teheran.
Selain itu, Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan sebagai bagian dari agenda pembahasan. Iran berkali-kali menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya, sehingga dinamika negosiasi nuklir Iran dan respons militer Amerika Serikat terus menjadi sorotan internasional, terutama terkait stabilitas keamanan Timur Tengah dan arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump dalam menghadapi Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa