Advertisement

Trump Ancam Iran, Kapal Induk AS ke Timur Tengah

Newswire
Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:37 WIB
Sunartono
Trump Ancam Iran, Kapal Induk AS ke Timur Tengah Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat siap mengerahkan kekuatan militer besar ke Timur Tengah apabila negosiasi nuklir dengan Iran menemui jalan buntu. Pernyataan keras itu disampaikan pada Jumat (13/2), di tengah meningkatnya tensi hubungan Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.

Langkah tersebut ditandai dengan keputusan pengiriman kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah guna memperkuat armada militer Amerika Serikat yang sudah berada di wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil saat proses diplomasi masih berlangsung, namun dibayangi ancaman eskalasi.

Advertisement

“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Donald Trump kepada wartawan ketika ditanya alasan pengiriman kapal induk kedua.

Trump menambahkan kapal induk tersebut akan segera diberangkatkan. “Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” ujarnya.

Pernyataan Trump muncul setelah media lokal melaporkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di kawasan tersebut.

Ketika ditanya mengenai peluang negosiasi, Trump menyatakan optimistis pembicaraan akan membuahkan hasil. “Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,” ucapnya.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menggelar pembicaraan tidak langsung di Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman. Pertemuan itu difokuskan pada isu program nuklir Teheran dan menjadi momentum penting setelah hubungan kedua negara kembali memanas.

Dialog tersebut sekaligus mengakhiri penangguhan selama kurang lebih delapan bulan sejak Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran–Israel pada Juni 2025.

Di tengah proses negosiasi, Washington meningkatkan secara signifikan kehadiran militernya di Timur Tengah. Trump pun kembali memperingatkan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan untuk menghindari konsekuensi lebih lanjut.

Isu pengayaan uranium menjadi titik krusial dalam perundingan. Amerika Serikat mendesak Iran menghentikan pengayaan uranium serta memindahkan uranium yang telah diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri. Namun, tuntutan tersebut ditolak tegas oleh Teheran.

Selain itu, Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan sebagai bagian dari agenda pembahasan. Iran berkali-kali menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya, sehingga dinamika negosiasi nuklir Iran dan respons militer Amerika Serikat terus menjadi sorotan internasional, terutama terkait stabilitas keamanan Timur Tengah dan arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump dalam menghadapi Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kapolri Ajak Ansor dan Banser Jaga Kamtibmas

Kapolri Ajak Ansor dan Banser Jaga Kamtibmas

Bantul
| Sabtu, 14 Februari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement