5 Negara Dengan Waktu Puasa Terpanjang

Jamaah shalat magrib di Masjid Changying, Beijing, China, menunggu iqamah setelah santap takjil bersama pada bulan puasa Ramadhan 2019./Antara/ - M. Irfan Ilmie
24 April 2020 18:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tak seperti di Indonesia yang hanya 13,5 jam, sejumlah negara harus melaksanakan puasa di bulan Ramadan dengan waktu yang sangat panjang hingga 20 jam. Pasalnya, waktu terbit fajar dan matahari terbenam berbeda-beda di berbagai belahan dunia.

Berikut daftar negara dengan waktu edar matahari terpanjang:

Nuuk, Greenland (20 jam)

Ibu kota dan kota terbesar di Greenland ini terletak di muara pulau Nuup Kangerlua di pesisir barat Greenland. Dengan Berpenduduk 15.047 jiwa (Januari 2007), populasi muslim sangatlah sedikit.

Waktu subuh dimulai pukul 3 pagi, sementara waktu maghrib baru datang sekitar jam setengah 10 malam. Artinya umat Islam harus menahan lapar dan haus hingga 19 jam.

Greenland secara geografis merupakan bagian dari Amerika Utara. 80 persen dari seluruh wilayah tertutup es yang di beberapa tempat ketebalannya mencapai 3 kilometer.

Umat muslim di Nuuk harus menjalani kewajiban puasa di tengah cuaca yang dingin yakni sekitar 1 derajat celsius.

Oslo, Norwegia (20 jam)

Populasi muslim di Norwegia salah satunya paling banyak ditemukan di Oslo. Hal ini mungkin lantaran banyaknya populasi imigran dari negara muslim seperti Pakistan, Irak, Maroko, dan lainnya.

Berdasarkan kalender waktu Oslo pada tahun ini, umat muslim di Oslo harus sahur sebelum pukul setengah 3 pagi dan baru bisa buka puasa sekitar pukul 9 malam.

Namun, dengan suhu yang relatif dingin, orang akan jarang merasa haus. Pada tahun ini, Ramadan jatuh pada musim semi dengan suhu maksimal 10 derajat celsius.

Bahkan, di Norwegia, Anda dapat melihat midnight sun atau matahari di tengah malam dan bulan penuh (full moon) dalam waktu yang bersamaan.

Helsinki, Finlandia (20 jam)

Waktu maghrib di Helsinki jatuh pada pukul 9 malam dan subuh pada pukul 3 pagi. Saat ini di Helsinki sedang musim semi dengan suhu cukup hangat yakni sekitar 7 derajat celsius.

Bahkan seseorang hanya punya waktu sekitar 5 jam untuk makan dan tarawih dan harus segera kembali berpuasa.

Berdasarkan data 2013, populasi dari kawasan negara muslim sangat sedikit, di bawah 1%.

Stockholm, Swedia (19 jam)

Ibu kota sekaligus merupakan kota terbesar di Swedia sekaligus di negara Nordik dengan 914.909 tinggal di munisipalitas, sekitar 1,4 juta di kawasan urban, dan 2,2 juta di kawasan metropolitan. Beberapa sumber menyebutkan jumlah muslim di Swedia hanya sekitar 500.000 jiwa.

Saat ini cuaca di Stockholm mencapai sekitar 9 derajat celsius dan masuk ke musim semi.

Pada beberapa tahun lalu, Ramadan jatuh pada Juni dan sudah mendekati pertengahan musim panas. Dengan demikian, jam berpuasa akan semakin panjang.

Bahkan para imam di sana sempat kesulitan menentukan durasi puasa lantaran di negara Nordik seperti Swedia, fajar sulit terlihat.

Berlin, Jerman (19 jam)

Cuaca di Berlin pada saat Ramadan tahun ini cenderung lebih hangat dibandingkan negara-negara di atas, yakni sekitar 16 derajat celsius.

Di ibu kota Jerman ini, Maghrib jatuh pada pukul setengah 9 malam dan waktu berpuasa dimulai pukul setengah 4 pagi. Artinya, umat muslim di sana harus berpuasa sekitar sekitar 17 jam.

Di Berlin sendiri populasi dari negara muslim cukup banyak seperti Turki dan Libanon.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia