Advertisement
Ilmuwan Inggris Ungkap Virus Corona Mulai Menyebar September 2019
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Selama ini, orang-orang di dunia mengetahui jika virus corona atau Covid-19 mulai menyebar pada Desember 2019 di Wuhan China, namun fakta baru penelitian mengungkapkan hal berbeda.
Para ilmuwan di Inggris mengungkapkan jika Covid-19 kemungkinan mulai menyebar pada bulan September 2019, dan bahkan mungkin tidak berasal dari Wuhan seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Advertisement
Hal itu diungkapkanĀ para peneliti dari University of Cambridge yang mempelajari mutasi penyakit mematikan itu dengan memetakan riwayat genetiknya hingga nol pasien.
Sejauh ini mereka telah memetakan perjalanannya dari China, ke Australia, Eropa kemudian ke seluruh dunia. Para ilmuwan telah menemukan tiga varian bug yang berbeda namun terkait lebih banyak ditemukan di berbagai belahan dunia.

Setelah membuat jaringan menggunakan lebih dari 1.000 genom coronavirus, para peneliti percaya pandemi itu terjadi beberapa waktu antara 13 September dan 7 Desember.
Ketua tim Dr Peter Forster mengatakan menemukan di mana virus itu benar-benar berasal sangat penting untuk menghentikan pandemi di masa depan.
Para peneliti telah mengidentifikasi tiga varian penyakit yang berbeda namun terkait. Coronavirus tipe A diyakini sebagai genom virus manusia asli dan paling dekat dengan tipe Covid-19 yang ditemukan pada kelelawar.
Telah ditemukan pada pasien China dan Amerika tetapi ini bukan varian yang paling umum di Tiongkok.
Di Republik Rakyat China, Inggris dan Eropa sebagian besar terpukul dengan tipe B, varian yang paling sering ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei yang beredar sejak Malam Natal.
Tetapi sekitar 500 mil jauhnya di provinsi Guandong, tujuh dari 11 sampel yang ditemukan pada pasien ditemukan varian A. Hal ini inilah yang meragukan asal mula wabah tersebut.
Dr Foster mengatakan teori bahwa virus corona yang berasal dari pasar makanan laut di Wuhan tampak semakin tidak mungkin. Sebuah penelitian di Lancet juga menunjukkan beberapa pasien pertama yang belum pernah ke sana.
Tipe A dianggap varian terdekat dari virus corona dengan yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling. Para peneliti mengatakan tipe C bermutasi dari cabang atau 'anak perempuan' tipe B dan menyebar ke Eropa dan Australia melalui Singapura.
Tipe itu ditemukan di Hong Kong tetapi tampaknya tidak menginfeksi daratan China. Diperkirakan Covid-19, yang secara resmi bernama SARS-CoV-2, sedang dalam proses evolusi konstan untuk mengalahkan sistem kekebalan manusia di berbagai belahan dunia.
Dr Foster menerima perkiraannya kapan wabah itu mulai bisa salah.
"Ini mengasumsikan tingkat mutasi yang konstan, yang diakui tidak mungkin terjadi, dan karena itu perkiraan waktu bisa salah. Tapi itu adalah asumsi terbaik yang dapat kita buat saat ini, sambil menunggu analisis sampel pasien lebih lanjut yang disimpan di rumah sakit selama 2019." Ujarnya seperti dikutip Metro.co.uk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Metro.co.uk
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kuasa Hukum Sri Purnomo Bantah Persekongkolan dengan Raudi Akmal
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
- Prabowo: 70 Persen Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
- Penyerbuan Al Aqsa Picu Kecaman, MHM Soroti Pelanggaran
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
Advertisement
Advertisement







