Pemerintah Telah Periksa 36.431 Spesimen untuk Lacak Penularan Covid-19

Sampel swab yang akan diuji untuk virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (14/3/2020). - Bloomberg
15 April 2020 20:07 WIB Rayful Mudassir, Nyoman Ary Wahyudi, Andi M. Arief News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan hingga saat ini pemerintah telah memeriksa 36.431 spesimen penduduk untuk mengetahui penularan Covid-19.

“Sampel penduduk yang kita periksa sudah mencapai lebih dari 36.000 untuk PCR real time dari 196 kabupaten/kota yang terindikasi ditemukan kasus,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2020).

Selain itu, dia menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada lebih dari 78 laboratorium yang telah diaktifkan di sejumlah provinsi untuk melakukan pemeriksaan virus Corona atau Covid-19.  

Penambahan jumlah laboratorium itu dilakukan untuk mengejar target 10.000 tes PCR per hari. Sebelumnya, jumlah laboratorium yang aktif baru berjumlah 32 laboratorium. 

“Ini harus diiringi dengan meningkatkan bukan hanya jumlah mesin, tapi juga reagen dan SDM-nya, juga zonasi memperpendek waktu pengiriman spesimen dan selanjutnya diintepretasikan hasilnya,” ujarnya.

Yuri menjelaskan bahwa dari 33.001 orang yang diperiksa diketahui hasil positif akumulatif 5.136 orang, dan negatif 27.865 orang. 

"Data yang kami himpun berjenjang sejak dari dinas kesehatan kabupaten/kota terakumalasi secara nasional," jelasnya. 

Disebutkan Yuri hingga hari ini terdapat 165.540 kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan 11.165 kasus pasien dalam pengawasan (PDP). 

Adapun, kasus yang terkonfimasi positif Covid-19 sebanyak 5.136 orang. Kemudian, kasus yang sembuh mencapai 446 orang, sedangkan kasus meninggal 496 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia