Hanya Catat 4 Kematian Terkait Covid-19, Ini Cara Hong Kong Melawan Virus Corona

Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
08 April 2020 18:07 WIB Nirmala Aninda News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hong Kong terbilang sukses mengendalikan penyebaran Corona (Covid-19). Ketika kasus infeksi Corona di daratan China terus meningkat, Hong Kong mengambil tindakan awal untuk menahan penyebaran virus dengan melakukan pemetaan, pembatasan sosial, mengimbau masyarakat untuk mencuci tangan serta menggunakan alat pelindung seperti masker.

Hingga Rabu (8/4/2020), tidak ada kasus Covid-19 baru yang tercatat di Hong Kong dengan jumlah total infeksi terkonfirmasi sebanyak 936 kasus dengan memakan empat korban jiwa.

Dilansir melalui siaran pers dari Hong Kong Tourism Board, berbagai pihak mulai dari perusahaan kecil hingga lembaga besar pemerintahan kota tersebut berupaya untuk menjaga agar kesehatan dan kenyamanan tetap terjamin.

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Asia, Bandara Internasional Hong Kong (HKIA), Hong Kong telah mengerahkan sebuah teknologi canggih, Intelligent Sterilization Robot (ISR) untuk mensterilkan kuman dan virus menggunakan kombinasi teknologi sinar UV, nozel semprot 360 derajat, dan saringan udara.

"Teknologi ini dikembangkan di Hong Kong, tetapi robot ini sebelumnya hanya digunakan di rumah sakit. HKIA merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan robot ISR dalam situasi non-klinis," tulis siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (8/4).

Sistem transportasi kota juga menerapkan prosedur yang ketat dan memberlakukan layanan pembersihan seperti MTR Corporation yang menggunakan robot Vapourised Hydrogen Peroxide (VHP) untuk mensterilkan gerbong dan stasiun kereta.

Transportasi umum lainnya seperti taksi dan bus menerapkan aturan kesehatan agar supir menggunakan masker wajah. Mobil taksi dan bus juga dilengkapi dengan pembersih tangan untuk penumpang.

Pembatasan sosial turut berdampak pada sejumlah penyelenggaraan kegiatan sosial.

Beberapa agenda seni seperti Art Bassel Hong Kong 2020 harus berjalan secara daring melalui Online Viewing Rooms. Sementara Art Central, yang biasanya menjual karya seni secara langsung, kali ini menjual karya-karya seni secara online.

Galeri virtual lainnya seperti K11 Art Foundation, Sotheby’s Hong Kong dan M+ Collections Beta juga tersedia agar komunitas seni tetap terhubung dan terhibur.

Di samping itu, masyarakat Hong Kong berupaya untuk menggalang bantuan kemanusiaan melalui kegiatan seni.

Asia Society Hong Kong bekerja sama dengan The Hong Kong Art Gallery Association untuk mengadakan pameran patung (Sculpture Exhibition) selama satu bulan yang menampilkan seni dari galeri internasional serta program bincang seni (Art Talk Programme) yang disiarkan langsung di laman Facebook.

Salah satu merk retail ternama asal Hong Kong, G.O.D. (Goods of Desire), mengingkatkan masyarakat untuk tetap positif di tengah pandemi Covid-19, dengan meluncurkan masker wajah kain yang tersedia dalam berbagai warna dan desain unik.

“Masker ini adalah masker fashion, tapi saya ingin menambahkan aspek humor untuk membantu masyarakat mengurangi tekanan mental di tengah situasi ini. Saya akan terus membuat lebih banyak desain yang fungsional dan inovatif agar orang-orang dapat tetap positif,“ ujar Douglas Young, salah satu pendirinya.

Dari segi ekonomi, Pemerintah Hong Kong dikabarkan berencana mengumumkan putaran baru stimulus senilai lebih dari HK$30 miliar atau senilai US$3,87 miliar untuk mendukung bisnis-bisnis yang terpukul pandemi virus corona.

Menurut catatan bisnis.com, pemerintah setempat telah mengumumkan dana anti-epidemi senilai HK$30 miliar dan paket bantuan senilai HK$120 miliar dalam anggaran tahun ini yang berpusat pada pemberian senilai HK$10.000 untuk semua penduduk tetap yang berusia 18 tahun ke atas.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia