BNPB Minta Warga Setop Bahas Polemik Lockdown, Lebih Baik Patuhi Social Distancing

Penumpang tiba di LAX dari Shanghai, China, setelah adanya kasus positif coronavirus diumumkan di pinggiran Orange County, Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2020. - REUTERS - Ringo Chiu
22 Maret 2020 19:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Pemerintah Indonesia belum menerapkan lockdown terkait adanya bencana nasional virus corona atau Covid-19.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19) Doni Monardo meminta tak ada lagi pihak-pihak yang berpolemik terkait dengan karantina wilayah atau lockdown untuk upaya penanganan pencegahan virus corona.

Ia meminta masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan social distancing ketimbang berpolemik terkait status lockdown.

"Hentikan segala polemik yang berhubungan dengan status seperti halnya istilah lockdown. Yang kita butuhkan adalah kedisiplinan tentang bagaimana kita bisa menjabarkan social distancing, jaga jarak, jangan berdekatan, dilarang berkumpul," kata Doni di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Doni menegaskan bahwa imbauan social distancing harus dipatuhi sebagai langkah antisipasi pencegahan sebaran Covid-19. Menjaga jarak dengan tidak berkumpul, menurutnya, juga sebagai satu jalan menjaga diri dan orang lain tetap sehat.

"Ini tolong dipatuhi. Tanpa kita mematuhi ini maka semakin banyak masyarakat terpapar. Kita bisa selamat, sehat bila kita berdisiplin," ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pemerintah hingga Minggu, (22/3/22020), jumlah total pasien positiv vrus Corona di Indonesia mencapai 514 kasus. Ada penambahan 64 kasus positif, dari hari sebelumnya yakni 450 kasus.

Meski terjadi penambahan kasus, namun terjadi pula penambahan pasien yang dinyatakan negatif, tanpa tanda klinis, membaik kondisinya, dan dinyatakan sembuh sebanyak 9 orang, sehingga total yang sembuh 29 orang.

Dari total masyarakat yang terinfeksi, pasien yang meninggal dunia sebanyak 48 orang atau bertambah 10 dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119 dan 119.

Sumber : Suara.com