WHO: Kasus Virus Corona di Dunia Mendekati 102.000

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
07 Maret 2020 22:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia mencapai angka 102.000 dengan lebih dari 3.000 orang meninggal dunia, sebagian besar di China.

"Kini kita mendekati 102.000 lebih kasus terkonfirmasi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sabtu (7/3/2020).

Menurutnya, penyebaran virus "amat mengkhawatirkan" dan mendesak semua negara menempuh langkah-langkah pembendungan sebagai "prioritas tertinggi".

Sementara, data sejumlah organisasi lain -termasuk kantor berita seperti -Reuters dan AFP- membuat perhitungan sendiri dengan menambahkan angka-angka yang diberikan berbagai negara dan pejabat kesehatan. Kedua kantor berita ini kini melaporkan jumlah total kasus virus corona sudah melampaui 102.000 lebih.

Di Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, para peneliti terus memutakhirkan laman interaktif untuk melacak wabah virus corona per detik.

Berdasarkan perhitungan mereka, lebih dari 102.000 orang sudah terinfeksi dan lebih dari 3.400 orang telah meninggal dunia di seantero dunia.

Sementara itu, jumlah total kematian di Italia akibat penyakit yang disebabkan virus corona baru alias Covid-19 telah bertambah menjadi 197 orang.

Pada Jumat (6/3/2020), para pejabat Italia mengumumkan sebanyak 49 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Adapun terdapat lebih dari 4.600 kasus Covid-19 secara keseluruhan.

Institut Kesehatan Nasional menyatakan usia rata-rata para korban meninggal dunia adalah 81 tahun. Mayoritasnya mengidap penyakit bawaan. Diperkirakan 72% di antara mereka berjenis kelamin laki-laki.

Menurut data pemerintah, 4,25% kasus virus corona yang dikonfirmasi telah meninggal dunia, persentase tertinggi di dunia.

Italia kini menjadi negara yang melaporkan jumlah kematian terbanyak akibat Covid-19 di luar China, sejak virus itu menjalar pada Desember 2019.

Karena itu, dalam pernyataan yang diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia melarang masuk atau transit wisatawan asing asal Italia serta warga asing yang pernah mengunjungi wilayah tersebut. Dua negara lainnya yang disebutkan adalah Iran dan Korea Selatan. Keputusan ini mulai berlaku pada Minggu (8/3/2020) pukul 00.00 WIB.

Sumber : Okezone