Lima Warga Jogja-Jateng yang Dikarantina di Natuna Tiba di Bandara Adisutjipto

Bandara Adisutjipto, Yogyakarta - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Februari 2020 00:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Lima warga yang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau telah tiba di Jogja.

Setelah menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, tiga warga DIY dan dua warga Jawa Tengah tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kelima warga Yogya dan Jateng ini merupakan mahasiswa yang dinyatakan sehat dan bebas virus corona.

Kelimanya tiba di Bandara Adisutjipto dengan menumpang maskapai Batik Air ID 7543, dan tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Kedatangan lima warga tersebut Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie dan didampingi oleh perwakilan Dinkes Sleman dan Dinkes Kota Yogyakarta.

"Jadi ini proses pemulangan warga DIY Jateng dari Wuhan yang sudah diobservasibselama dua minggu di Natuna. Saya, Dinkes DIY bersama Dinkes Kota Yogyakarta dan Dinkes Sleman sengaja menjemput mereka dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan. Keluarga sudah menyerahkan ke kami (Pemda DIY)," ujar Pembajun saat ditemui di Terminal A kedatangan Bandara Internasional Adisutjipto, Sabtu (15/2/2020).

Pembajun menegaskan, lima warga yang tiba di Adisutjipto merupakan warga yang sehat dan dinyatakan negatif coronavirus. Oleh karenanya, pihak Dinkes DIY tidak akan melakukan pemantauan.

"Sekali lagi (penjemputan) bukan dalam rangka pemantauan, karena mereka sebenarnya warga yang sehat. Keluar dari Cina (Wuhan) sudah sehat kemudian diobsevasi dua minggu di Natuna juga untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka itu tetap sehat," ujarnya.

"Mereka bukan warga yang terinfeksi, bukan. Mereka warga yang sehat," tegasnya.

Pembajun menjelaskan dari lima warga yang pulang melalui Adisutjipto, tiga warga merupakan warga DIY. Dua lagi merupakan warga Jawa Tengah.

"Lima orang itu dari DIY dan Jateng. Satu laki-laki dan empat perempuan. Semuanya mahasiswa," jelasnya.

Pembajun mengatakan warga dari daerah manapun yang sebelumnya diobservasi di Natuna diperbolehkan pulang melalui DIY. Sebab para warga ini sudah dinyatakan sehat dan negatif virus corona.

"Jateng boleh memilih untuk turun di DIY, mereka bisa pulang ke mana saja dari mana saja. Jadi, Jateng tidak masalah lewat DIY karena mereka sehat," ungkapnya.

Setibanya di DIY, Pembajun memastikan tidak akan ada lagi observasi. Sebab oleh pemerintah sudah memastikan mereka adalah warga yang sehat.

"Mereka sudah observasi 14 hari jadi DIY tidak ada lagi observasi, kami tidak memerlukan observasi lagi. Setelah ini mereka pulang ke keluarga dan mereka sehat. Mereka sudah sehat dan tidak terkena (coronavirus)," ucapnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar menerima warga yang pulang dari observasi dengan tangan terbuka. Dia pun meminta agar masyarakat tidak mengucilkan para warga yang pulang dari Natuna.

"Terima mereka sebagai warga yang sehat jangan dikucilkan jangan disangsikan kesehatannya, mereka adalah warga yang sehat tidak ada masalah," pintanya.

"Tapi kita memberikan pesan ke mereka (warga yang pulang dari Natuna), kalau demam atau kalau membutuhkan pelayanan kesehatan, puskesmas siap untuk membantu," katanya.

Sayangnya, Pembajun tidak mengizinkan awak media untuk mewawancarai para mahasiswa yang baru kembali dari Natuna itu. Pertimbangannya, untuk menjaga kondisi fisik mahasiswa yang telah menempuh perjalanan panjang.

"Mereka sudah lelah karena perjalanan panjang dari Natuna transit Jakarta lalu ke sini (Yogya)," katanya.

Sumber : Detik.com