Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Anggota DPR F-Gerindra Andre Rosiade./Detikcom-Rolando Fransiscus Sihombing
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua DPD Gerindra Sumbar sekaligus anggota DPR Andre Rosiade melakukan penggerebekan terhadap kasus prostitusi online di Sumbar. Namun Komisi Nasional (Komnas) Perempuan justru menyayangkan tindakan itu karena perempuan yang dijadikan korban.
"Saya pikir untuk membuktikan adanya prostitusi online tidak perlu dengan cara menggerebek gitu, itu cara memalukan dan juga merendahkan martabat orang. Kalau mau tahu prostitusi online kan bisa dengan cara penelitian atau yang tidak menimbulkan sensasional," ujar Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).
Siti menyarankan, sebaiknya Andre cukup dengan merujuk penelitian untuk membuktikan adanya prostitusi di Sumbar. Siti menyayangkan perempuan, dalam hal ini PSK yang digerebek Andre, justru dipermalukan.
"Terkait Andre sejauh saya baca, dia kan ingin membuktikan di Sumbar ada prostitusi dan mengingatkan masyarakat Sumbar terkena bencana gempa atau tsunami. Pertanyaan kembali kepada cara kita memandang bencana terjadi. Saya pikir sangat tidak adil perempuan dikorbankan karena ada prostitusi terjadi bencana dan itu yang dikorbankan perempuan," kata Siti.
Penggerebekan sendiri dilakukan Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar, Minggu (26/1/2020) silam. Seorang wanita muda digerebek petugas dalam keadaan tanpa busana di salah satu hotel berbintang di kawasan Bundo Kanduang Padang.
Wanita muda berinisial N, 26, tersebut diduga melakukan praktek jual diri lewat aplikasi MiChat. Bersama N, polisi juga mengamankan seorang lelaki yang diduga germo, uang sebesar Rp750.000 dan sebuah alat kontrasepsi.
"Kita amankan dengan semua barang bukti yang kita temukan di dalam kamar hotel," kata Panit II Unit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKP Indra Sunedi kepada wartawan.
Andre Rosiade Angkat Bicara
Andre menyebut, keikutsertaannya dalam penggerebekan semata-mata untuk mengungkap bahwa memang ada praktek prostitusi online di daerah kelahirannya. Andre mengatakan kasus ini menjadi pekerjaan bersama untuk dibenahi.
Andre menambahkan, ia bersama polisi turut menemukan sejumlah barang bukti. "Bersama polisi saat itu, kita menemukan BB [barang bukti] kondom yang masih utuh," ujarnya. "Kita ingin buktikan bahwa prostitusi sudah sedemikian menyebarnya. Sudah semakin menjamur, bahkan dengan praktek yang dilakukan secara online. Saya ingin membuka mata, bahwa ada PR besar bagi kita semua," ujar Andre, Selasa (4/2/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
BNI menghadirkan beragam penawaran bagi nasabah yang ingin menyaksikan konser Andrea Bocelli Romanza – 30th Anniversary World Tour di Indonesia
Opsen BBNKB Bantul mencapai Rp21,99 miliar atau 57,54% dari target Rp38,23 miliar hingga Agustus 2026.
China menegaskan kerja sama dengan Iran berada dalam kerangka hukum internasional setelah AS mengancam sanksi bagi mitra bisnis Teheran.
Pelapor Ruben Onsu mencabut laporan penipuan dan penggelapan dana Rp3,5 miliar setelah kerugian dilunasi secara kekeluargaan.
Timnas U20 Indonesia ditahan Malaysia 0-0 pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Garuda Muda membuang sejumlah peluang emas.