Pungutan Liar Birokrasi Masih Marak, Yusril Minta Semua Dibuka
Yusril ungkap maraknya pungli di Imigrasi, KPK temukan dugaan korupsi hingga Rp145,5 miliar dari WNA.
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters
Harianjogja.com, BANDARLAMPUNG - Orang tua dari Labib Abrar Maradatua, mahasiswa yang berkuliah di Lanzhou Jiaotong University China, meminta pemerintah memberi bantuan agar proses pemulangan anaknya dipercepat.
"Saya harap pemerintah dapat bergerak cepat dalam memulangkan seluruh mahasiswa asal Indonesia di sana termasuk anak saya Labib," kata Bapak dari Mahasiswa asal Bandarlampung yang berkuliah di negara tersebut, Lisman Maradatua, di Bandarlampung, Selasa (28/1/2020).
Ia mengatakan, bahwa saat ini anaknya yang berusia 17 tahun bersama 17 orang lainnya sedang menuntut ilmu di Lanzhou Jiaotong University China tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Dia menyebutkan, sekitar pukul 10.00 WIB, anaknya itu memberikan kabar bahwa mereka telah berangkat meninggalkan kampusnya di China menuju Bandara di Thailand.
Kepulangan Labib dan 17 temanya tersebut, kata dia, merupakan inisiatif dari mereka semua sebab merebaknya virus Corona di China namun hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah untuk memulangkan mereka.
"Saya dan istri sangat cemas, sebab yang ditakutkan proses kepulangan mereka ini memakan waktu yang lama, maka kami minta pemerintah pusat dan Pemda agar bergerak cepat ikut membantu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, Marjunet mengatakan bahwa sejauh ini Pemerintah Pusat masih terus berkoordinasi dengan China agar sesegera mungkin dapat memulangkan warganya yang ada di sana.
"Pusat saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah China karena ingin orang Indonesia di sana baik itu pelajar maupun tenaga kerja Indonesia (TKI) dipulangkan, namun hal itu harus memerlukan waktu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yusril ungkap maraknya pungli di Imigrasi, KPK temukan dugaan korupsi hingga Rp145,5 miliar dari WNA.
HKTI menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkatkan gizi masyarakat, serap hasil petani, dan dorong ekonomi daerah.
Jadwal KRL Jogja-Solo 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.
Delapan dapur MBG di Solo dihentikan sementara karena IPAL belum sesuai standar. Pemkot pastikan layanan tetap berjalan.
Kemenpar ungkap kota favorit turis asing di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bromo, tren wisata 2026 terus meningkat.