8 Pelaku BBM Ilegal di Jambi Ditangkap, 22,8 Ton Disita
Polda Jambi menangkap delapan pelaku perdagangan BBM ilegal dan mengamankan 22,8 ton minyak bumi, bensin olahan, serta solar.
Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja/Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JAKARTA - Warga negara Indonesia (WNI) kembali disandera karena kelompok Abu Sayyaf masih berkeliaran. Terbaru, ada lima WNI yang diculik di perairan Malaysia. Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Penculikan itu terjadi di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia. Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Lima WNI yang diculik yakni Arsyad bin Dahlan, 42, selaku juragan, Arizal Kastamiran, 29, La Baa, 32,, Riswanto bin Hayono, 27, dan Edi bin Lawalopo, 53.
Mahfud menyebut kelompok Abu Sayyaf merupakan dalang di balik penculikan ini. "Ya justru penculiknya sama [Abu Sayyaf]," kata Mahfud di kantornya Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).
Mahfud mengatakan pihaknya tengah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait dengan penculikan itu. Menurut dia, peristiwa penculikan tersebut merupakan masalah keamanan di wilayah laut negara lain.
"Saya masih akan diskusi dulu dengan Bu Menlu ya. Memang apa namanya kita berhasil membebaskan juga tiba-tiba lima diambil lagi kan ini masalah keamanan di laut, dan lautnya kan bukan laut Indonesia. Ya nanti lah," tuturnya.
Dia pun heran dengan kembali diculiknya para nelayan Indonesia. Mahfud mengatakan tengah mencari solusi-solusi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
"Itu salah satu pemikiran [tidak berlabuh lagi di sana], banyak lah pemikirannya. Itu kan aneh juga baru bebas tiga diambil lima lagi. Terus kapan kita kalah dengan perompak gitu," kata Mahfud.
Lantas apa kendala utama dalam penuntasan kasus penculikan dan penyanderaan WNI itu? "Kendala utamanya karena Abu Sayyaf ndak mati-mati," ungkapnya.
Penculikan itu bermula saat delapan WNI menangkap ikan menggunakan kapal berbendera Malaysia. Kapal kayu yang memiliki izin bernomor SSK 00543/F itu terdaftar atas nama majikan di Sandakan.
Insiden penculikan itu diterima aparat kepolisian maritim Lahad Datu pada Jumat (17/1/2020) pada pukul 13.17 waktu setempat. Aparat kepolisian negara tersebut lalu melakukan pencari. Petugas lalu melihat kapal bergerak dari arah Filipina memasuki perairan Malaysia.
Keberadaan kapal tersebut terpantau radar Pos ATM Tambisan pada Jumat sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Aparat kepolisian maritim Lahad Datu menahan kapal tersebut sambil melakukan penggeledahan.
Di dalamnya ditemukan tiga kru yang semuanya WNI. Mereka yakni Abdul Latif, 37; Daeng Akbal, 20;, dan Pian bin Janiru, 36. Semenyara lima rekannya yang lain diculik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Polda Jambi menangkap delapan pelaku perdagangan BBM ilegal dan mengamankan 22,8 ton minyak bumi, bensin olahan, serta solar.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.
Fenomena langit September 2026 menghadirkan lima planet, Bimasakti, aurora, hingga Harvest Moon yang menarik diamati sepanjang bulan.