Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Kilang Hijau
Pertamina mengembangkan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah melalui proyek biorefinery Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada 2029.
Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja/Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JAKARTA - Warga negara Indonesia (WNI) kembali disandera karena kelompok Abu Sayyaf masih berkeliaran. Terbaru, ada lima WNI yang diculik di perairan Malaysia. Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Penculikan itu terjadi di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia. Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Lima WNI yang diculik yakni Arsyad bin Dahlan, 42, selaku juragan, Arizal Kastamiran, 29, La Baa, 32,, Riswanto bin Hayono, 27, dan Edi bin Lawalopo, 53.
Mahfud menyebut kelompok Abu Sayyaf merupakan dalang di balik penculikan ini. "Ya justru penculiknya sama [Abu Sayyaf]," kata Mahfud di kantornya Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).
Mahfud mengatakan pihaknya tengah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait dengan penculikan itu. Menurut dia, peristiwa penculikan tersebut merupakan masalah keamanan di wilayah laut negara lain.
"Saya masih akan diskusi dulu dengan Bu Menlu ya. Memang apa namanya kita berhasil membebaskan juga tiba-tiba lima diambil lagi kan ini masalah keamanan di laut, dan lautnya kan bukan laut Indonesia. Ya nanti lah," tuturnya.
Dia pun heran dengan kembali diculiknya para nelayan Indonesia. Mahfud mengatakan tengah mencari solusi-solusi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
"Itu salah satu pemikiran [tidak berlabuh lagi di sana], banyak lah pemikirannya. Itu kan aneh juga baru bebas tiga diambil lima lagi. Terus kapan kita kalah dengan perompak gitu," kata Mahfud.
Lantas apa kendala utama dalam penuntasan kasus penculikan dan penyanderaan WNI itu? "Kendala utamanya karena Abu Sayyaf ndak mati-mati," ungkapnya.
Penculikan itu bermula saat delapan WNI menangkap ikan menggunakan kapal berbendera Malaysia. Kapal kayu yang memiliki izin bernomor SSK 00543/F itu terdaftar atas nama majikan di Sandakan.
Insiden penculikan itu diterima aparat kepolisian maritim Lahad Datu pada Jumat (17/1/2020) pada pukul 13.17 waktu setempat. Aparat kepolisian negara tersebut lalu melakukan pencari. Petugas lalu melihat kapal bergerak dari arah Filipina memasuki perairan Malaysia.
Keberadaan kapal tersebut terpantau radar Pos ATM Tambisan pada Jumat sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Aparat kepolisian maritim Lahad Datu menahan kapal tersebut sambil melakukan penggeledahan.
Di dalamnya ditemukan tiga kru yang semuanya WNI. Mereka yakni Abdul Latif, 37; Daeng Akbal, 20;, dan Pian bin Janiru, 36. Semenyara lima rekannya yang lain diculik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Pertamina mengembangkan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah melalui proyek biorefinery Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada 2029.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.
PKB Sleman mengukuhkan pengurus DPAC di 17 kapanewon dengan keterwakilan perempuan minimal 30% dan menargetkan pengurus ranting tuntas November.