Advertisement

Mahfud Mengklaim Tahu Kasus Korupsi di Asabri

Newswire
Jum'at, 17 Januari 2020 - 00:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mahfud Mengklaim Tahu Kasus Korupsi di Asabri Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja - Yogi Anugrah

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menilai wajar jika Dirut Utama PT Asabri Sonny Widjaja membantah adanya dugaan praktik korupsi senilai Rp10 triliun. Menurut Mahfud tidak ada pihak yang mengaku jika terjadi kasus korupsi.

"Mana ada orang tidak membantah kalau tidak ada kasus seperti itu. Tunjukan ke saya apa ada orang yang mengalami kasus seperti itu tidak membantah," kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Mahfud mengaku telah mengetahui adanya dugaan korupsi di PT Asabri sejak tahun 2018 hingga 2019 senilai lebih dari Rp10 triliun. Hanya, Mahfud enggan berbicara banyak dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polri yang tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meyakini Polri akan bertindak profesional dalam menangani dugaan kasus korupsi di Asabri. Apalagi, setidaknya ada 600 ribu personel Polri yang terdapat haknya di PT Asabri.

"Oleh sebab itu, tunggu saja pemeriksaan polisi. Di kantor Kemenkopolhukam ini sudah clear, saya sudah punya angka," katanya.

"Saya tahu kasusnya sehingga saya akan mengawasi sebagai Menko."

Sebelumnya, Sonny Widjaja membantah adanya korupsi sebesar Rp10 triliun di Asabri seperti yang pernah diungkapkan Mahfud.

Sonny mengklaim bahwa dana nasabah yang disimpan di Asabri tidak dikorupsi atau hilang.

Sonny pun meminta isu korupsi di Asabri untuk dicerna dengan baik dan tidak dijadikan polemik. Bahkan, pihaknya mengaku tak segan-segan untuk menempuh jalur hukum jika pemberitaan terkait isu korupsi di Asabri terus digaungkan.

Advertisement

"Hentikan pendapat membicarakan yang cenderung tendesius dan menjurus negatif yang mengakibatkan kegaduhan. Jika hal ini terus berlangsung, maka dengan sangat menyesal, saya akan menempuh jalur hukum. Mari kita sama-sama berpikir jernih dan positif. Terima kasih," kata Sonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ditabrak Truk di Jalan Jogja Wonosari, Avanza Hancur Sebagian

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement