Harga Minyak Melambung Setelah Iran Serang Pangkalan AS di Irak

Kendaraan lapis baja memimpin iring-iringan mobil Wakil Presiden AS Mike Pence ketika ia tiba di Pangkalan Udara Al Asad, Irak 23 November 2019. - Reuters/Jonathan Ernst
08 Januari 2020 21:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Harga minyak melejit setelah dua pangkalan udara di Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat dan koalisi dihantam sejumlah rudal balistik. 

Kantor berita negara Iran yang mengutip Garda Revolusi Iran menyebut serangan ke Pangkalan Al-Asad adalah pembalasan setelah komandan pasukan elite Iran, Jenderal Qassem Soleimani, tewas dalam serangan udara di Baghdad (3/1/2020) Jumat lalu. Serangan itu diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Setelah laporan mengenai serangan ini mengemuka, harga-harga minyak dan emas segera melonjak.

Harga minyak mentah naik sedikitnya 4,5% dalam bursa perdagangan Asia seiring munculnya kerisauan bahwa konflik AS-Iran akan mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah.

Rangkaian serangan itu berlangsung beberapa jam setelah pemakaman Soleimani. Gempuran kedua terjadi di Irbil sesaat setelah sejumlah rudal menghantam Pangkalan Al-Asad, menurut  Al Mayadeen TV seperti dikutip bbc.com, Rabu (8/1/2020).

Sejauh ini belum diketahui apakah terdapat korban dalam insiden roket di pangkalan Al-Asad dan Irbil. Pihak Gedung Putih menyadari laporan serangan dan Presiden Trump memonitor situasi.

“Kami mengetahui laporan-laporan serangan pada fasilitas AS di Irak. Presiden sudah diberikan penjelasan dan memonitor situasi secara saksama dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya,” ujar juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham.

“Kami memperingatkan semua sekutu Amerika Serikat yang memberikan pangkalan mereka kepada tentara teroris, bahwa setiap teritori yang menjadi lokasi awal tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi target,” menurut pernyataan Garda Revolusi Iran yang disampaikan kantor berita IRNA.

Sebelumnya, Iran berjanji akan melakukan serangan.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan "akan ada serangan balasan terhadap penjahat" yang melakukan serangan. Sedangkan Presiden Trump mengatakan penarikan mundur pasukan AS dari Irak adalah hal terburuk bagi negara tersebut.

AS saat ini menempatkan 5.000 serdadu di Irak.

Adapun Inggris menyiagakan armada helikopter militernya menyusul ketegangan di Timur Tengah, kata Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia