Ma'ruf: Paham Arti Kesetiakawanan, Manusia Indonesia Bisa Lebih Toleran

Wakil Presiden Maruf Amin. - Suara.com/Ria Rizki
20 Desember 2019 13:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KALIMANTAN - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berbicara seputar cara mengikis sikap intoleran. Menurutnya kesetiakawanan sosial sangat penting untuk mengikis sikap intoleran yang belakangan semakin marak di masyarakat.

"Dengan memahami arti kesetiakawanan sosial dalam diri setiap manusia Indonesia hingga dapat menjadi manusia Indonesia yang menghargai perbedaan," kata Wapres pada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut Wapres mengatakan, ia melihat setidaknya ada dua persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini dan seharusnya bisa diatasi jika kesetiakawanan sosial bisa diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

Pertama adalah intoleransi baik itu dalam perbedaan agama, etnis, pendapat sampai pada perbedaan sikap politik yang belakangan semakin tajam dan berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan sosial masyarakat.

"Intoleransi bukan hal sepele yang jika dibiarkan akan menjadi sumber radikalisme bahkan yg paling ekstrem dapat menjadi benih terorisme," ujar Wapres.

Indonesia sebagai negara yang majemuk perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Karena itu adanya sikap intoleran dapat mengganggu seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Persoalan kedua terkait kesejahteraan sosial meliputi kemiskinan dan ketimpangan meski dalam periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Namun jumlah penduduk miskin masih cukup tinggi mencapai 25 juta jiwa. Belajar dari berbagai kasus kerusuhan sosial atau konflik antarmasyarakat salah satu penyebabnya adalah ketimpangan ekonomi yang lebar.

"Saya melihat peran kesetiakawanan sosial sangat penting dalam upaya membantu mempercepat menurunkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kegiatan ekonomi masyarakat misalnya hanya dapat terlaksana jika masyarakat memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi untuk membantu," kata Ma'ruf Amin.

Karena itu Peringatan HKSN dapat menjadi stimulus berbagai kegiatan dan aksi peduli di masyarakat dalam berbagai bentuk sehingga dapat menimbulkan kerekatan sosial, meminimalisir ketimpangan sosial dan menciptakan kedaulatan sosial.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan berbagai kegiatan dilakukan dalam rangkaian HKSN 2019 antara lain donor darah, bakti sosial, penyerahan alat bantu dan lain sebagainya.

Juliari mengharapkan HKSN mampu menjadi alat pengungkit untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial.

Sumber : antara