Natal, Menag: Non-Kristiani Beri Tolerasni, yang Kristiani Jangan Berlebihan

Menteri Agama RI Fachrul Razi saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh, di Kota Banda Aceh, pada Minggu (17/11/2019). Dalam pertemuan Menteri Agama dengan ulama serta ASN Kanwil Kemenag Aceh tersebut, Fachrul Razi meminta kepada para ulama dan dai untuk tidak memprovokasi umat saat berdakwah. JIBI/Bisnis - Abdul Hadi Firsawan
19 Desember 2019 09:37 WIB Anggara Pernando News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Pemerintah melalui Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat dapat menjaga iklim toleransi menjelang perayaan Natal 2019.

Fachrul Razi menuturkan Indonesia dikenal sebagai negara yang menjaga toleransi dan memiliki solidaritas tinggi. Penghargaan akan kepercayaan agama yang berbeda tidak pernah menjadi masalah dalam lingkungan masyarakat terkecil.

"Kadang-kadang ada omongan-omongan negatif [di media sosial], padahal di lapangan enggak juga [relatif aman]. Kita semua sudah biasa kok itu [melihat tetangga merayakan agamanya lalu] memberikan toleransi. [Himbauan] juga [bagi] teman-teman kristiani [juga] bisa menjaga perasaan [lingkungan dengan perayaan] tidak berlebihan," kata Fachrul di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Mantan Wakil Panglima TNI itu menuturkan sikap sejumlah masyarakat yang tidak bersedia mengucapkan selamat atas perayaan agama lain merupakan hak individu.

Pemerintah akan melakukan penegakan hukum, jika keyakinan individu ini dipaksakan kepada orang lain dengan melakukan sweeping.

"Untuk sweeping itu jangan. Kita sepakat tindak sweeping, karena itu menimbulkan keadaan tidak baik," katanya.

 


Sumber : bisnis.com