Putri Gus Dur: Menyerang Agnez Mo dari Kiri Kanan Itu Berlebihan

Agnez Mo - Instagram @agnezmo
27 November 2019 19:27 WIB Ria Theresia Situmorang News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Putri Presiden Keempat Republik Indonesia Gus Dur Alissa Wahid, mengkritik serangan warganet terhadap Agnez Mo yang mengatakan dirinya tidak memiliki darah Indonesia dalam sebuah wawancara.

Dalam cuitannya yang diunggah pada pukul 01.11 WIB pada Rabu (27/11/2019), Alissa menyebutkan perasaan warganet yang tidak setuju dengan pendapat penyanyi yang mempopulerkan lagu Coke Bottle tersebut sangat wajar.

Namun ia mengingatkan warganet untuk tidak berlebihan dalam mengkritik wanita yang kini berkarir di Amerika Serikat tersebut.

“Tidak setuju perasaan Agnezmo itu wajar. Tapi menyerangnya kiri kanan atas bawah itu berlebihan. Tidak setuju serangan kemarahan kepada Agnezmo itu wajar. Tapi membelanya sampai jungkir balik itu berlebihan,” tulisnya.

“Bangsa kita memang sedang perlu belajar untuk bersikap secukupnya,” sambungnya.

Cuitan tersebut pun mendapatkan respon positif yang memang menilai kritikan atas Agnez Mo yang bersumber dari wawancaranya dengan Kevan Kenney untuk program BUILD series oleh warganet sudah sangat berlebihan.

Semua biasa2 saja, tp krn terlalu biasa bermain medsos semuanya serba jd keliatan luar biasa, emang kurang kerjaan yaa seluruh isi bumi semua hrs dgn medsos kyk ga punya aktivitas yg lain yg lbh penting,” tulis akun @Erwin_wd007.

Yg lebih mengesalkan lagi yg pada koment lebih mengedepankan perbedaan ketimbang kesamaan. Apalagi mengeluarkan kata mayor-minor, kita ini Indonesia dan Indonesia itu satu,” tulis akun @FadliHardworker.

“Memahami bahasa itu emang rumit. Kata kata sama diucapkan oleh orang berbeda bisa memiliki maknanya bisa beda. Diperjelas dulu keorang nya, sebelum menyimpulkan apa yang dimaksud,” tulis akun @Sutikno13706439.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia