Fokus Pertahanan di Seluruh Matra, Prabowo Bantah Menganakemaskan Angkatan Darat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri) menginspeksi pasukan saat upacara penyambutan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). - ANTARA/M Risyal Hidayat
25 November 2019 13:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membantah anggapan terlalu menganakemaskan terhadap Angkatan Darat. Ia bakal fokus pada pertahanan di seluruh lini atau matra baik darat, laut maupun udara. 

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa belanja alutsista akan diarahkan untuk perimbangan kekuatan pertahanan.

Belanja alat pertahanan tersebut khususnya kapal-kapal perang angkatan laut, pesawat tempur angkatan udara dan alat pertahanan angkatan darat. "Jadi keliru bila ada yang menilai perspektif dan program Menteri Pertahanan bias angkatan darat," katanya di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, Menhan paham betul bahwa kondisi alutsista yang sudah baik harus ditingkatkan terus dan dimodernisasi tanpa henti di seluruh angkatan bersenjata baik AL, AU dan AD.

Untuk itu, Prabowo akan melakukan review secara langsung terkait harga dan spesifikasi belanja-belanja alutsista yang sudah dialokasikan pada 2019 sekaligus mengkaji ulang alokasi 2020 agar tepat sasaran, ekonomis, efisien dan efektif.

"Agar mampu memberikan efek positif memperkuat pertahanan dan bebas kebocoran serta perburuan rente," terangnya.

Prabowo lanjut Dahnil juga menegaskan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang ikut dalam praktik rente di sektor pertahanan. Prabowo menyebut tidak boleh ada kebocoran di belanja alutsista dan hak-hak kesejahteraan prajurit TNI.

"Belanja pertahanan harus digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan minimalisasi kebocoran," katanya.

Menurutnya, sejak awal Menhan Prabowo telah memperingatkan semua pihak di bawah koordinasi kementerian itu untuk tidak bermain-main dengan pertahanan dan kedaulatan negara.

Sumber : bisnis.com