Singapura Mendapat Keuntungan dari Konflik di Hong Kong

Pemandangan apartemen di Singapura. - Reuters/Kevin Lam
25 Oktober 2019 23:27 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Singapura mulai kebanjiran limpahan dana dari Hong Kong menyusul demonstrasi berkepanjangan di kota yang masuk dalam wilayah China tersebut.

Tingkat okupansi hotel di Singapura mencetak level tertinggi. Ini merupakan tanda nyata bahwa Singapura mendapat untung di tengah kerusuhan di Hong Kong.

Kenaikan penjualan rumah, permintaan jasa penyimpanan emas dan deposito dalam mata uang asing terus meningkat tergantung berapa lama protes di Hong Kong akan berlangsung.

Seperti diketahui, kedua kota tersebut merupakan rival dalam mendapatkan predikat financial hub dunia.

Ju Ye Lee, Ekonom Maybank Kim Eng Securities Pte Ltd., memperkirakan US$4 miliar dana beralih dari Hong Kong ke Singapura sejak April hingga Agustus.

Menurut Lee, jumlah tersebut masih kecil dibandingkan total deposito di Hong Kong yang mencapai US$1,7 triliun.

"Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan situasi yang memburuk di Hong Kong," ujar Lee, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (25/10/2019).

Singapura sendiri dengan senang hati menerima aliran dana tersebut melihat ekonominya yang tengah melambat di tengah spekulasi Perdana Menteri Lee Hsien Loong akan mengumumkan pemilihan umum sebelum April 2021.

Bilveer Singh, Professor di National University of Singapore, menilai setiap ada ketidakstabilan politik di kawasan, aliran uang selalu masuk ke Singapura.

"Secara politis, hal ini akan membuat pemerintah terlihat sangat baik, seperti mereka satu-satunya yang menciptakan stabilitas politik untuk dunia, bahwa mereka adalah orang baiknya," ujar Singh.

Sekalipun dampaknya minim bagi ekonomi, Singh yakin pemerintah akan mengatakan pihaknya telah melakukan upaya yang baik.

Kendati demikian, poling yang dilakukan American Chamber of Commerce pada 120 perusahaan menunjukkan 23% perusahaan di Hong Kong mempertimbangkan untuk memindahkan kantornya dari kota tersebut dan sembilan dari 10 di antaranya melihat Singapura sebagai opsi terbaik.

Swissotel The Stamford di Singapura mengaku lebih sibuk dari biasanya. Pemesanan kamar meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Marcus Hanna, General Manager Swissotel dan Fairmont Singapore mengungkapkan pihaknya mendapatkan limpahan pemesanan ruang pertemyan dari berbagai pihak yang memindahkan acaranya dari Hong Kong ke Singapura.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia