Mendagri Tito Meluncur ke Papua untuk Siapkan Kunjungan Jokowi

Mendagri Tito Karnavian saat kunjungan ke Papua. Foto: Puspen Kemendagri
25 Oktober 2019 16:07 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA --Baru tiga hari menjabat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian langsung bertolak ke Papua. Kunjungannya akan mendampingi Presiden Jokowi melihat situasi keamanan di provinsi tersebut.

"Betul, Pak Menteri sudah bertolak ke Papua bersama Panglima TNI dan Plt. Kapolri, dan akan mendampingi kunker Presiden," kata Kapuspen yang juga Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, Jumat, (25/10/2019).

Menurutnya, Mendagri sangat berkepentingan dalam mengawal dan memastikan terjaganya stabilitas keamanan dalam negeri tentunya daerah Papua yang menjadi prioritas pertamanya.

Kunjungan Tito ke Papua sebelumnya masih menjabat sebagai Kapolri. Dia sempat berkunjung selama sepekan lebih bersama Panglima TNI melihat langsung situasi kerusuhan di wilayah itu.

“Bagaimanapun Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, apabila stabilitas politik dan keamanan terganggu di Papua maka akan berpengaruh bagi stabilitas politik dan keamanan secara nasional,” terangnya.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu menjaga stabilitas politik dalam negeri, sebagaimana diutarakan saat menyampaikan arahannya dihadapan jajaran ASN Kemendagri dan BNPP sebelum keberangkatannya ke Papua.

Dia menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kemendagri memiliki peran strategis untuk menjamin stabilitas politik dalam negeri.

Tanpa stabilitas politik dalam negeri, pembangunan di berbagai sektor tak akan berjalan dengan baik. Pasalnya, stabilitas politik dan pembangunan akan saling memengaruhi satu sama lain dan berdampak pada sisi keamanan.

Adapun siang ini Jokowi akan bertolak ke Papua setelah pelantikan wakil menteri di kabinet Indonesia Maju periode 2019 - 2024.

Di Kota Jayapura, Presiden dijadwalkan akan meresmikan Jembatan Holtekam dan bertemu dengan para tokoh masyarakat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia