Advertisement
Ini Alasan Erick Thohir Cocok Masuk Kabinet
Erick Thohir memberikan keterangan pers seusai wawancara calon menteri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Erick Thohir dinilai cocok mengisi kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan kementerian BUMN adalah salah satu pos kementerian yang perlu banyak pembenahan serta dapat berfungsi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Advertisement
Oleh karena itu, pos tersebut dinilai penting untuk diisi dengan sosok calon menteri yang memiliki kompetensi, pengalaman yang teruji baik dari sisi teknis maupun komunikasi serta kemampuan leadership.
“Kalau diminta rekomendasi, karena Pak Erick kemarin sudah dipastikan membantu presiden, salah satu yang kami rekomendasikan tepat untuk Pak Erick yakni memperbaiki tata kelola BUMN ke depan,” kata Enny saat ditemui usai pelaksanaan diskusi VISI bertajuk "Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II" di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).
BACA JUGA
Enny menilai Erick memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang sukses mendirikan dan mengelola Mahaka Group serta sejumlah pengalaman koordinatif yang melibatkan banyak pihak serta partai politik.
Sebagai contoh, dia menyinggung pelaksanaan Asian Games 2018 di mana Erick menjadi ketua pelaksananya. Dalam event tersebut, dia harus mengkombinasi pengelolaan sumber pembiayaan dari APBN dengan banyak vendor dari swasta dalam jangka waktu yang singkat.
“Kita ketahui pelaksanaan Asian Games itu cukup sukses dan juga melibatkan banyak negara,” katanya.
Poin ketiga, Enny menyebut pengalaman Erick sebagai Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi – Ma’ruf dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden 2019 juga membuktikan kepiawaiannya mengakomodasi berbagai kepentingan politik.
“Ini menunjukkan bagaimana kemampuan leadershipnya untuk menjaga keharmonisan di TKN yang warna-warni. Artinya bisa mempunyai posisi yang tidak memihak tapi dapat diterima semua pihak, serta punya integritas yang tidak menimbulkan kegaduhan. Ini salah satu hal penting yang harus dimiliki agar mampu mengkoordinasikan BUMN.”
Enny mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dengan banyaknya BUMN yang bergerak di sektor-sektor strategis. Akan tetapi diperlukan tata kelola BUMN yang berdasarkan profesionalisme untuk menempatkan talenta-talenta terbaik yang akan menduduki jabatan direktur di tiap badan usaha.
“Yang selama ini terjadi di BUMN kan sistem yang dikembangkan di internalnya paling mentok sebagai SPV atau manajer, tapi untuk level penentuan direktur dan komisarisnya tidak ada sistem yang bisa jadi guidance, biasanya selalu ditentukan oleh kepentingan atau intervensi politik.”
Seperti diketahui, Jokowi telah memanggil sebanyak 35 tokoh merapat ke Istana Kepresidenan selama dua hari pada Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10/2019). Jokowi tengah meracik posisi calon-calon pengisi kabinetnya yang rencananya akan diumumkan kepada publik pada Rabu (23/10/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
- Proyek Tol Jogja-Solo: Hindari Jalan Raya Cangkringan hingga 14 Mei
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 April 2026, Lengkap Palur-Tugu
- Hasil TKA 2026 Diumumkan 24 Mei, Orang Tua Wajib Tahu Ini!
- Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi
- Proyek PSEL Bantul Mandek, Dana Belum Turun
Advertisement
Advertisement









